Sektor Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kota Bandung

  • 03 Feb 2026 18:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Sektor pariwisata Kota Bandung terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan konsisten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Desember 2025 tercatat mencapai 64,14 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,28 poin dibandingkan bulan November 2025.

Peningkatan TPK ini mencerminkan tingginya aktivitas kunjungan dan mobilitas wisatawan, khususnya pada periode akhir tahun yang identik dengan libur panjang dan berbagai agenda wisata. Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan industri pendukung pariwisata lainnya.

BPS mencatat, tingkat hunian hotel berbintang di Kota Bandung pada Desember 2025 mencapai 69,64 persen. Sementara itu, hotel nonbintang mencatatkan TPK sebesar 43,99 persen. Kedua kategori hotel tersebut sama-sama mengalami peningkatan secara month to month, menandakan pertumbuhan yang merata di sektor perhotelan tanpa terkecuali.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif atas kebangkitan dan konsistensi sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian kota.


Baca juga:Bupati Reynaldi Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan


“Data BPS menunjukkan bahwa okupansi hotel di Bandung terus meningkat. Ini bukan hanya soal angka, tetapi gambaran nyata bahwa Bandung tetap menjadi destinasi favorit wisatawan dan aktivitas ekonomi kota terus bergerak,” ujar Farhan, Selasa 3 Februari 2026.

Selain peningkatan tingkat hunian hotel, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Bandung sepanjang Januari hingga Desember 2025 juga mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan data BPS, total perjalanan wisnus meningkat sebesar 23,18 persen, dari 19,69 juta perjalanan pada tahun 2024 menjadi 24,25 juta perjalanan pada tahun 2025.

Mayoritas wisatawan yang datang ke Kota Bandung berasal dari provinsi lain, menunjukkan kuatnya daya tarik Bandung sebagai tujuan wisata nasional. Beragam faktor seperti kemudahan akses, ragam destinasi wisata, kuliner, hingga geliat ekonomi kreatif dinilai menjadi magnet utama bagi wisatawan.

Dalam peta pariwisata Jawa Barat, Kota Bandung menempati peringkat kedua sebagai daerah tujuan utama wisatawan nusantara dengan kontribusi sebesar 11,45 persen. Posisi pertama ditempati oleh Kabupaten Bogor dengan kontribusi 15,04 persen.

Farhan menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif.

“Peningkatan kunjungan ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari penguatan event kota, pengembangan destinasi wisata, hingga promosi ekonomi kreatif. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, UMKM, serta penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Ke depan, Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung akan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas layanan, kenyamanan wisatawan, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Data BPS menjadi pijakan kami untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan warga Kota Bandung,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....