Harga Kepokmas Bandung Relatif Stabil Jelang Ramadan

  • 02 Feb 2026 11:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) masih berada dalam kondisi relatif aman dan stabil menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Meski sempat dipengaruhi curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir, secara umum tidak ditemukan lonjakan harga ekstrem di pasar tradisional.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan faktor cuaca memang sempat membayangi pasokan sejumlah komoditas, terutama bahan pangan segar. Namun demikian, fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu daya beli masyarakat.

“Sejauh ini harga relatif stabil. Memang ada fluktuasi sedikit karena faktor cuaca ekstrem, terutama di komoditas cabai, tapi masih dalam batas yang wajar,” ujar Ronny, Senin 2 Februari 2026.

Baca Juga: Pemkab Subang Jamin Kebutuhan Pengungsi Banjir Terpenuhi


Ronny menyebutkan, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram. Meski mengalami kenaikan sekitar Rp9.000 dibandingkan harga sebelumnya, angka tersebut dinilai masih jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sempat menembus Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Kalau dibandingkan saat kita sidak bersama Pak Wali Kota dan Bulog beberapa waktu lalu, harga sekarang justru lebih rendah dan jauh lebih stabil,” katanya.

Selain komoditas cabai, Disdagin juga memastikan sektor protein hewani masih berada dalam kondisi aman. Berdasarkan data Disdagin per akhir Januari 2026, harga daging sapi tercatat stabil di angka Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras berada di kisaran Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam di harga Rp29.000 per kilogram.

“Untuk perdagingan masih tetap harganya, tidak ada gejolak. Daging ayam dan telur juga masih di harga standar,”  katanya.


Terkait bencana longsor yang sempat terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ronny menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak terhadap rantai distribusi pangan menuju Kota Bandung.“Distribusi dari distributor aman, tidak ada pengaruh sama sekali baik ke pasokan maupun harga di pasar Kota Bandung,” ucapnya.

Ronny menambahkan, meski kondisi harga terpantau relatif aman, Pemerintah Kota Bandung tetap melakukan langkah antisipatif. Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi, Disdagin akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) yang menyasar 30 kecamatan di Kota Bandung.

"Bazmut dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama akan digelar sebelum Ramadan, yakni pada 9–13 Februari 2026, sementara tahap kedua akan dilaksanakan menjelang Idulfitri, pada 2–6 Maret 2026," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....