Kajian Toponimi, Lakukan Penelusuran Sejarah
- 30 Jan 2026 14:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan kajian mendalam terkait toponimi atau penamaan ruang publik, khususnya taman-taman kota yang ternyata memiliki lebih dari satu nama. Fenomena ini muncul karena masyarakat masih menggunakan nama lama atau nama populer yang berbeda dengan dokumen resmi pemerintah.
Wali Kota Bandung, M. Farhan menjelaskan bahwa sejumlah taman di Bandung memiliki sebutan beragam. Misalnya, Taman RSHS yang juga dikenal sebagai Taman Biofarma atau Taman Rancabadak. Begitu pula dengan Taman Radio yang oleh sebagian warga disebut sebagai Taman Dago atau bahkan Taman Fleksi.
“Toponimi ini sedang kita pelajari. Kemarin saya sudah menyerahkan beberapa dokumen kepada para budayawan. Saat ini mereka sedang mendalami, ditambah dengan dokumentasi yang dimiliki oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus),” ujar Farhan, jumat 30 Januari 2026.
Baca Juga: Longsor Pasirlangu, Siang Ini Dua Kantong Jenazah Dievakuasi
Kajian ini tidak menggunakan anggaran besar, melainkan hanya anggaran rutin yang dikelola oleh Disarpus serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Proses penelitian ini penting agar pemerintah memiliki dasar akademis yang kuat sebelum menetapkan nama resmi suatu taman.
“Target saya bulan Maret sudah selesai. Karena biasanya kajian seperti ini harus melalui uji akademis terlebih dahulu. Uji akademis pasti akan memunculkan perdebatan yang seru, dan itu bagus supaya kita selalu berwacana,” katanya.
Farhan menekankan bahwa kajian toponimi bukan sekadar soal nama, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan sejarah dan budaya kota. Nama-nama lama yang masih digunakan masyarakat menjadi bukti adanya memori kolektif yang perlu dihargai.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan masyarakat Bandung dapat memahami asal-usul penamaan taman, sekaligus memiliki kesepakatan bersama mengenai identitas ruang publik.
" Pemerintah pun membuka ruang diskusi agar hasil kajian tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan nilai budaya dan sejarah kota," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....