Gempa Bumi Magnitudo 2,7 Guncang Kota Bandung

  • 30 Jan 2026 13:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,7 pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 05.13 WIB. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah sekitar Bandung, meski tidak menimbulkan kerusakan berarti. Menyikapi kejadian tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung untuk melakukan langkah mitigasi cepat dan terukur.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di darat dengan koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, tepatnya sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung. Gempa terjadi pada kedalaman 5 kilometer, sehingga getarannya cukup terasa meski berkekuatan relatif kecil.

Farhan menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Ia meminta BPBD segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan, fasilitas umum, serta memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan serius.

“Saya minta BPBD langsung bergerak melakukan pemantauan lapangan, memastikan tidak ada dampak serius terhadap bangunan dan keselamatan warga,” ujar Farhan, jumat 30 Januari 2026.

Selain itu, Wali Kota Bandung juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan aktivitas seismik. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca juga:Banjir Pantura Subang Meluas, Pemkab Intensif Koordinasi

“Koordinasi dengan BMKG sangat penting, terutama untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat terkait potensi gempa susulan, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sejak dini,” katanya.

Farhan mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Ia mengingatkan warga untuk kembali menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana yang telah disosialisasikan oleh BPBD, seperti cara menyelamatkan diri saat gempa dan mengenali titik aman di lingkungan masing-masing.

“Warga diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti panduan siaga bencana. Langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa sudah sering disosialisasikan, dan itu perlu kita ingat kembali,” ucapnya.

Menurut Farhan, kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana. Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan warga akan memperkuat upaya mitigasi serta meminimalkan risiko,“Keselamatan adalah yang utama. Pemerintah siaga, masyarakat juga harus siap,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....