Cicendo Luncurkan "Gasing" Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting
- 19 Jan 2026 13:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kecamatan Cicendo Kota Bandung meluncurkan inovasi bertajuk “Gasing” (Keluarga Siap Cegah Stunting) yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura Indonesia, Senin 19 Januari 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor RW 03 Kelurahan Husein Sastranegara, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 34, Kota Bandung. Program Gasing menjadi langkah konkret pemerintah kewilayahan dalam memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Inisiatif ini sekaligus mencerminkan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Cicendo yang terus berupaya mencapai target bebas stunting.
Camat Cicendo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa Gasing merupakan inovasi lokal yang dikembangkan untuk mendorong kesiapan dan kesadaran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini. Program ini sejalan dengan Gerakan Keluarga Tanggap Stunting yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Gasing ini adalah Keluarga Siap Cegah Stunting. Inovasi ini kami dorong agar keluarga menjadi subjek utama pencegahan stunting. Pada kesempatan ini, kami juga menerima bantuan CSR dari PT Angkasa Pura Indonesia sebesar Rp25 juta,” ujar Siti Romlah, selasa 19 Januari 2026.
Baca juga : Unsur Kewilayahan Kota Bandung Harus Optimal Kelola Sampah
Dana CSR tersebut dialokasikan untuk 27 balita sasaran stunting yang tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Cicendo. Khusus di Kelurahan Husein Sastranegara, terdapat tujuh balita yang menerima manfaat program tersebut.
Para balita sasaran akan mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan selama 56 hari berturut-turut, dengan menu bergizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Pelaksanaan program dilakukan dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan, serta pendampingan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, Puskesmas Pasir Kaliki, dan Puskesmas Sukaraja.
Selain bantuan CSR, Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kecamatan dan kelurahan juga turut berkontribusi melalui pemberian PMT penyuluhan kepada 18 balita lainnya. Upaya ini difokuskan pada peningkatan edukasi gizi keluarga agar pola asuh dan pemenuhan nutrisi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan di rumah.
Siti Romlah mengungkapkan, berdasarkan hasil validasi data terakhir, Kecamatan Cicendo menunjukkan tren penurunan angka stunting yang cukup signifikan. Sekitar 10 persen balita sasaran telah dinyatakan lulus stunting karena mengalami peningkatan tinggi badan dan perbaikan status gizi.
“Dari total 113 balita sasaran, kami optimistis tahun ini jumlahnya bisa turun menjadi sekitar 93 balita. Ini adalah hasil kerja kolaboratif antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting di Kecamatan Cicendo telah dibangun melalui ekosistem yang berjalan secara sirkuler dan berkesinambungan. Sejumlah program pendukung seperti Dapur Dahsyat, Buruan Sae, dan Kang Pisman turut diintegrasikan dalam upaya peningkatan gizi keluarga dan ketahanan pangan berbasis masyarakat, dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Anhar Hadian, menegaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Berdasarkan data survei tahun 2024, angka stunting di Kota Bandung justru meningkat dari 16,3 persen menjadi 22,8 persen. Ini kondisi yang tidak baik-baik saja dan harus kita akui secara jujur agar semua pihak tergerak untuk melakukan percepatan penanganan,” katanya.
Ia menekankan bahwa survei stunting didasarkan pada kondisi faktual balita di lapangan, bukan pada status administrasi kependudukan. Oleh karena itu, seluruh balita yang berdomisili di wilayah Kota Bandung harus tetap mendapatkan layanan kesehatan dan intervensi gizi, tanpa dibatasi oleh KTP atau alamat administratif.
Anhar juga mengapresiasi dukungan CSR dari PT Angkasa Pura Indonesia yang dinilai sangat strategis, terutama karena diberikan di awal tahun saat pemerintah daerah masih berada dalam masa transisi anggaran.
“Kami berharap ke depan cakupan CSR ini bisa diperluas, tidak hanya untuk 27 balita, tetapi seluruh sasaran yang masih tersisa. Dengan inovasi Gasing, saya optimistis Kecamatan Cicendo bisa menjadi kecamatan pertama di Kota Bandung yang mencapai target bebas stunting,” ucapnya.
Di sisi lain, Business Support Department Head Bandara Husein Sastranegara, Haryo, menyampaikan bahwa bantuan CSR yang disalurkan merupakan wujud komitmen PT Angkasa Pura Indonesia dalam mendukung isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting di wilayah sekitar bandara.
Ia menjelaskan, pasca penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, perusahaan kini beroperasi dengan nama PT Angkasa Pura Indonesia dan membawahi sejumlah bandara yang terbagi dalam beberapa regional. Bandara Husein Sastranegara masuk ke dalam Regional 1, bersama Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Kertajati.
“PT Angkasa Pura Indonesia memiliki perhatian serius terhadap isu stunting. Kami memprioritaskan program CSR di wilayah ring satu bandara, termasuk Kecamatan Cicendo. Harapannya, melalui kolaborasi ini angka stunting dapat ditekan hingga nol,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi program CSR ke depan akan dilakukan secara lebih intensif melalui tim Business Support untuk menyesuaikan kebutuhan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
" Meski menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang pascapandemi, PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program sosial secara berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....