DPRD Kota Bandung Soroti Antrean Panjang di Puskesmas
- 17 Jan 2026 18:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyoroti persoalan pelayanan kesehatan, khususnya antrean panjang yang kerap terjadi di Puskesmas- Puskesmas seperti halnya di Puskesmas Ibrahim Aji, Kota Bandung. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Asep menegaskan, pemerintah daerah harus selalu siap memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat. Ia mengakui tingginya jumlah pendaftar menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang, namun hal itu tetap harus diantisipasi dengan peningkatan sistem pelayanan.
“Yang memang harus ditingkatkan adalah terkait dengan antrean, karena yang mendaftar ini kan banyak sekali. Pelayanan ini harus bisa lebih cepat kepada masyarakat, karena selain jumlah pasiennya banyak, kemungkinan ketersediaan layanan dan tenaga juga masih terbatas,” ujar Asep Mulyadi, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bandung siap memberikan dukungan penuh, terutama dari sisi penganggaran, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Termasuk di dalamnya upaya penguatan layanan 24 jam yang diharapkan dapat mengurai kepadatan antrean dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
“Dari DPRD tentu saja kami akan mendukung, baik dari sisi penganggaran maupun kebijakan. Selain persoalan antrean, layanan 24 jam ini mudah-mudahan ke depan justru bisa menjadi solusi agar masyarakat lebih terlayani dengan baik,” katanya.
Baca juga : DPRD Kota Bandung Dorong Optimalisasi Layanan Puskesmas 24 Jam
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menjelaskan bahwa sistem antrean di puskesmas sejatinya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, saat ini masih terdapat proses penyesuaian seiring dengan penerapan sistem layanan berbasis digital.
“Kita tahu sekarang ini sudah masuk era digital, semua mengarah ke sana. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat, ada lansia yang masih gagap teknologi atau belum terbiasa dengan layanan digital,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung berencana mengombinasikan sistem pendaftaran dan antrean secara daring (online) dan luring (offline) agar seluruh lapisan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah.
“Nanti kita kombinasikan antara online dan offline, supaya kebutuhan masyarakat bisa terakomodasi semuanya,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....