Karyawan Kafe Karungi Kucing Tuai Protes Pecinta Hewan
- 14 Jan 2026 10:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebuah unggahan yang beredar di media sosial memperlihatkan tindakan yang dilakukan oleh seorang karyawan kafe Kopi Eyang di Kota Bandung, membuat komunitas pecinta hewan geram. Dalam unggahan tersebut, seekor kucing diduga dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke tong sampah.
Berdasarkan narasi yang beredar, tindakan tersebut diduga dilakukan karena pihak kafe merasa terganggu dengan keberadaan kucing di area usaha. Peristiwa itu kemudian viral dan menuai reaksi keras dari warganet.
Komunitas pecinta kucing, Let’s Adopt Indonesia, mengecam dugaan perlakuan tersebut. Head of Operations Let’s Adopt Indonesia, Carolina Fajar, menegaskan bahwa hewan merupakan makhluk hidup yang memiliki hak untuk hidup serta bebas dari rasa sakit dan ketakutan.
“Ini bukan sekadar upaya pemindahan, melainkan tindakan penyiksaan yang secara sadar membahayakan nyawa hewan karena berisiko menyebabkan asfiksia dan stres ekstrem,” ujar Carolina saat dihubungi, Selasa 13 Januari 2026.
Baca juga:Polres Cimahi Bongkar Markas Judol Berkedok Rumah Tinggal
Menurutnya, kucing hanya berusaha bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai, kehadiran hewan di sekitar area bisnis justru dapat memberikan citra positif apabila dikelola secara etis, salah satunya dengan bekerja sama bersama komunitas penyelamat hewan.
Carolina juga mengingatkan bahwa di tengah meningkatnya kesadaran sosial, masyarakat cenderung mengapresiasi pelaku usaha yang menunjukkan empati terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Sebaliknya, perlakuan kejam terhadap hewan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, sosial, hingga kerugian bisnis.
“Kami mengingatkan bahwa hewan liar seperti kucing jalanan bukanlah benda mati yang bisa diperlakukan semena-mena,” katanya menambahkan.
Carolina mendorong agar manajemen kafe melakukan perbaikan nyata, termasuk memberikan edukasi kepada karyawan serta memperkuat kepedulian terhadap kesejahteraan hewan sebagai bentuk tanggung jawab.
Sementara itu, menanggapi kecaman publik, manajemen dan pemilik Kopi Eyang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui pernyataan resmi di media sosial. Pihak manajemen mengakui adanya kelalaian dan menyatakan bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi di area usaha mereka.
“Kami sangat menyesal atas perlakuan yang tidak layak terhadap makhluk hidup. Kami memahami kemarahan masyarakat dan menerima kritik sebagai bentuk kepedulian,” tulis manajemen Kopi Eyang.
Sebagai tindak lanjut, pihak kafe mengklaim telah melakukan evaluasi internal serta memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) terkait penanganan hewan di area kafe. Seluruh karyawan juga akan diberikan pembekalan khusus agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berkomitmen menjadi tempat usaha yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya bagi pengunjung tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup di dalamnya,” tulis pernyataan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....