Maraknya Tunawisma Saat Libur, Pemkot Siapkan Operasi Penertiban
- 12 Jan 2026 19:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah tegas berupa operasi penertiban terhadap tunawisma atau homeless yang kian marak di kawasan pusat kota, khususnya saat lonjakan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya keluhan warga terkait persoalan kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan maraknya aktivitas tunawisma tersebut terungkap saat dirinya melakukan patroli keamanan kota dan menerima laporan langsung dari masyarakat pada Sabtu lalu. Warga mengeluhkan bau menyengat di sejumlah titik strategis kota yang mengganggu kenyamanan lingkungan.
“Tiba-tiba ada warga yang menyampaikan keluhan ke saya, katanya baunya menyengat. Setelah saya lakukan patroli, ternyata di banyak pojok kota ditemukan kotoran manusia,” ujar Farhan, Senin 12 Januari 2026.
Farhan menjelaskan, temuan tersebut tersebar di sejumlah kawasan ikonik pusat kota, seperti Jalan Braga, Taman Vanda, hingga sepanjang kawasan Jalan Asia Afrika. Bahkan, beberapa bangunan dan gedung kosong di area tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu sebagai tempat buang air besar.
“Kita temukan juga di gedung-gedung kosong di Asia Afrika. Ini tentu sangat mengganggu, baik dari sisi kebersihan, kesehatan, maupun citra Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata,” katanya.
Baca juga:Diskominfo Cimahi Padukan Digital Jaringan KIM Lawan Hoaks
Menanggapi kondisi tersebut, Farhan menegaskan bahwa solusi yang akan ditempuh Pemkot Bandung tidak sebatas pada penambahan fasilitas toilet umum. Menurutnya, langkah awal yang lebih mendesak adalah melakukan operasi penertiban terhadap tunawisma dan kelompok yang dikenal sebagai manusia gerobak yang beraktivitas di kawasan wisata dan pusat kota.
“Solusinya, yang pertama kita lakukan adalah operasi penertiban homeless dan manusia gerobak. Jumlahnya memang cukup banyak, dan ini harus ditangani secara serius dan terkoordinasi,” tegasnya.
Selain penertiban, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di lokasi-lokasi yang selama ini kerap dijadikan tempat buang hajat sembarangan. Upaya tersebut meliputi pembersihan sudut-sudut jalan, taman kota, serta gedung-gedung kosong agar kembali steril dan layak digunakan.
Meski dihadapkan pada persoalan sosial dan kebersihan selama masa libur panjang, Farhan menyebut libur Nataru tetap membawa dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung. Ia mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode libur akhir tahun berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
“Selama dua minggu liburan Nataru memang ada dampak yang cukup mengerikan dari sisi kebersihan, tetapi alhamdulillah PAD kita justru di atas target,” ungkapnya.
Capaian tersebut, lanjut Farhan, menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung rencana pembangunan ke depan, khususnya dalam penambahan kuota pembangunan infrastruktur sebagaimana diarahkan oleh Gubernur Jawa Barat.
“Kita punya modal yang cukup untuk mengikuti penambahan kuota infrastruktur ke depan. Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki pelayanan dan kualitas kota,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....