Trisakti Bung Karno, Ari: Koperasi Jalan Berdikari Ekonomi
- 22 Nov 2025 17:22 WIB
- Bandung
KBRN,Bandung: DPC PDIP Kota Bandung menggelar Pendidikan politik dengan tajuk “Berdikari Bidang Ekonomi Melalui Koperasi Untuk Kesejahteraan Rakyat” yang digelar di Bandung, Sabtu (22/11/2025). Dalam kegiatan tersebut ,Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bandung, Ari Setiasakti, menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar instrumen ekonomi, melainkan pengejawantahan dari Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berdikari dalam bidang ekonomi.
“Hari ini adalah pendidikan politik bagi kader dengan tema berdikari dalam bidang ekonomi. Wadahnya apa? Koperasi. Tujuannya jelas: kesejahteraan rakyat,” ujar Ari.
Menurut Ari, koperasi menjadi jawaban atas tantangan globalisasi yang kerap menjerat masyarakat kecil dalam sistem kapitalis. Ia menekankan bahwa koperasi harus kembali pada prinsip “dari kita, oleh kita, untuk kita,” bukan sekadar menjadi praktik yang menyerupai rentenir.
Ari mencontohkan pengalaman di Koperasi yang ia pimpin, di mana anggota merasakan manfaat nyata, mulai dari kebutuhan mendesak biaya sekolah hingga dukungan modal bagi UMKM seperti pedagang lotek dan perajin tahu-tempe. “Manfaatnya terasa sekali. Koperasi hadir untuk anggotanya, bukan untuk pengusaha besar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Industri, Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Koperasi dan UMKM DPC PDIP Kota Bandung, Dadang Hamdani, menyoroti pentingnya edukasi kader agar koperasi tidak dipandang sebelah mata.
“Kader partai bukan hanya diurus politik, tapi juga bagaimana perekonomiannya bisa berjalan. Koperasi harus jadi garda terdepan, bukan sekadar alternatif,” jelas Dadang.
Dadang menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami keunggulan koperasi dibanding perbankan. Ia menekankan perlunya sosialisasi, pelatihan SDM, dan regulasi yang jelas agar koperasi mampu bersaing dengan lembaga keuangan formal. “Koperasi harus bersih dalam manajemen. Kalau asal-asalan, tentu tidak bisa dipercaya,” tambahnya.
Ia berharap adanya regulasi dari dinas terkait dapat memperkuat aksesibilitas koperasi, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan modal usaha tanpa harus bergantung pada bank komersial atau pinjaman online.
Dengan 30 kecamatan di Kota Bandung yang memiliki karakter berbeda, koperasi diyakini bisa menjadi wadah ekonomi rakyat yang inklusif. “Koperasi bukan sekadar badan usaha, tapi jalan menuju sila kelima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Ari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....