Swasembada Pangan, Pemkab Optimalkan Lahan Klaster
- 03 Nov 2025 13:18 WIB
- Bandung
KBRN,Garut : Pemkab Garut terus mengupayakan peningkatan produksi pangan di tengah dorongan swasembada pangan dari pemerintah pusat. Salah satu upayanya adalah melalui penyelenggaraan Pengarahan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Kluster 4 Tahun Anggaran 2025 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (3/11/2025).
Kegiatan itu menunjukkan komitmen Pemkab Garut untuk memperluas dampak positif program peningkatan produksi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman menyampaikan, kegiatan optimasi lahan tahap keempat ini menyasar 35 kelompok tani yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Garut.Ia menyatakan apresiasi atas kerja keras para petani dan penyuluh yang telah berjuang tanpa lelah di lapangan.
"Syukur alhamdulilah dengan kerja keras para petani, para penyuluh yang bahu membahu di lapangan tidak mengenal lelah, alhamdulilah di Garut ini ada peningkatan produksi sekitar 14%," katanya.
Baca juga:Wamendikdasmen Pastikan TKA di Bandung Berlangsung Aman
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk TNI dan Kejaksaan. Keterlibatan TNI, khususnya Babinsa dan Danramil, hadir untuk mengawal pelaksanaan di lapangan sebagai bagian dari pendampingan swasembada pangan yang menjadi ranah TNI.
Sementara itu, Kejaksaan dilibatkan berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat pusat untuk mengawasi dan mendampingi kegiatan agar sukses tanpa masalah.
"Demikian pun, kalau Kejaksaan itu nguriling (keliling), satu-satu dicek. Ini yang saya kira salah satu upaya kita di dalam pengawalan pendampingan kegiatan supaya kegiatan swasembada pangan ini terus meningkat, masyarakat juga bisa menikmati hasilnya," ujarnya.
Ia berpesan agar aspek kelembagaan di tingkat kelompok tani harus lebih kuat, serta berharap melalui program optimasi lahan, Indeks Pertanaman (IP) sawah yang semula hanya setahun sekali dapat bergeser menjadi minimal dua kali dalam setahun.
Menyikapi sumber dana dan penggunaannya, menurutnya, Garut adalah penerima manfaat. Seluruh kegiatan dan dana berasal dari pusat, dan uangnya masuk langsung ke rekening kelompok tani. Ia mengingatkan kelompok tani untuk berhati-hati dalam menggunakan dana dan memastikan penggunaannya sesuai peruntukan demi kepentingan anggota kelompok.
Dalam perkembangan terbaru, Ia juga mengatakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk penurunan harga pupuk. yaitu Pupuk Urea: dari Rp2.200 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram dan Pupuk NPK Phonska dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.830 per kilogram.
"Berbagai upaya pemerintah terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....