Sekolah Berkebun Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
- 05 Okt 2025 15:39 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Suasana berbeda tampak di halaman SDN Mandiri 1 Cibeureum, Cimahi Selatan. Bukan sekadar belajar di kelas, para siswa kini mulai diajak mengenal dunia bercocok tanam langsung di sekolah mereka sendiri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi program "Sekolah Berkebun", yang digagas oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi. Tujuannya salah satu upaya mewujudkan Gerakan Sekolah Sehat.
Program ini bukan sekadar mengajak siswa bermain tanah atau menanam sayuran. Lebih dari itu, Sekolah Berkebun dirancang sebagai metode pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan, kemandirian, ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Gerakan Sekolah Sehat ini merupakan kolaborasi lintas sektor. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta DP2P3KB. Tujuannya adalah menjadikan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter sehat dan mandiri sejak usia dini,” ujar Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi Teja Dahliawati yang dikutip dari laman resmi pemerintah kota Cimahi, Minggu (5/10/2025).
Menurut Teja, Sekolah Berkebun sendiri merupakan salah satu dari enam aksi utama Gerakan Sekolah Sehat, bersama dengan program: Gemar Makan Ikan, B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman), Sekolah Literasi, Kantin Sehat, Sekolah Aman.
Baca juga : Kota Cimahi Kewalahan Sistem Buang Sampah ke Sarimukti
Melalui integrasi keenam aksi tersebut, pemerintah ingin menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat menanamkan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
“Untuk sekarang, kami fokus pada jenjang SD dan SMP. Tapi ke depannya program ini akan menyasar SMA dan SMK, karena membangun generasi sehat dan tahan pangan harus dimulai sedini mungkin,” ucapnya.
Salah satu tantangan di perkotaan adalah keterbatasan lahan. Namun, Dispangtan Cimahi sudah menyiapkan solusi: teknik vertikultur dan urban farming yang bisa dilakukan di area sempit, bahkan di atap gedung (rooftop).
“Kalau tidak ada lahan terbuka, kita bisa pakai metode tanam vertikal, polybag, atau media tanam lainnya. Bahkan rooftop pun bisa dioptimalkan jadi kebun sekolah,” kata Teja.
Program ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi siswa untuk memahami pentingnya pangan sehat dan proses produksinya. Mereka diajak menyentuh tanah, merawat tanaman, hingga panen, sembari menumbuhkan rasa tanggung jawab pada lingkungan sekitar.
Selain berdampak pada perilaku anak, kegiatan ini juga secara tidak langsung mendorong peran keluarga dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. “Lewat kegiatan ini, kami ingin siswa tak hanya tahu sayur itu datang dari pasar, tapi mereka juga tahu bagaimana menanamnya sendiri. Ini bisa jadi bekal hidup, bahkan bisa diterapkan di rumah,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....