Walikota Bandung Usulkan Konsep Dwi Bandara Husein - Kertajati

  • 03 Okt 2025 15:06 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajukan konsep “Dwi Bandara” atau pengoperasian bersama Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Menurut Farhan, pengaktifan kembali Bandara Husein penting bukan hanya bagi Bandung, tetapi juga untuk mendukung ekosistem transportasi udara Jawa Barat.

“Kami menyarankan agar kedua bandara dihidupkan secara simultan, jangan menunggu yang satu maju dulu baru yang lain menyusul. Kalau hanya menunggu, kita tidak akan bergerak,” ujar Farhan, saat bertemu Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustafa, di Gedung Sate Bandung, Jumat (3/10/2025).

Konsep ini merupakan hasil kajian Pemkot Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat. Upaya itu juga melibatkan masukan dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Lanud Husein Sastranegara, serta PT Angkasa Pura II.

Farhan menyebut Bandara Husein harus berperan sebagai “satelit” yang mendukung BIJB Kertajati. “Bandara Husein adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem penerbangan Jawa Barat. Saat pusat ekosistem ada di Kertajati, satelitnya harus hidup untuk saling mendukung,” katanya.

Baca juga : BGS 2025 Dongkrak Perekonomian Kota Bandung

DPR RI, dalam kesempatan itu, turut mendukung usulan aktivasi dua bandara di Jawa Barat. “Dari perspektif masyarakat, jangan sampai mematikan satu bandara membuat dua-duanya justru mati. Jadi hidupkan dua-duanya,” ucapnya.

Meski demikian, Farhan mengakui ada tantangan besar karena kebijakan pemerintah pusat menekankan aktivasi Kertajati sebagai hub utama. “Kemenhub terbuka terhadap ide kami, tetapi mereka berpatokan pada perintah presiden untuk mengaktifkan Kertajati. Kami menawarkan cara dengan menghidupkan keduanya,” katanya.

Bandara Husein berdiri di lahan seluas 145 hektare dengan lokasi sangat strategis: hanya 3 km dari Tol Pasteur, sekitar 15 menit dari pusat Kota Bandung, dan terhubung ke Stasiun Cimindi dengan kereta dalam waktu 10–15 menit. Fasilitas yang ada dinilai masih layak untuk melayani penerbangan.

Pemkot Bandung mengusulkan agar Husein difokuskan pada penerbangan domestik unggulan seperti Denpasar, Medan, dan Balikpapan. Untuk internasional, rute Kuala Lumpur diprioritaskan karena tingginya permintaan wisata dan perdagangan.

Bahkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Malaysia sebelumnya telah menyurati Pemkot Bandung agar Husein kembali diaktifkan. Farhan menilai, dwi bandara akan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Semester I 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat 5,42 persen, ditopang inflasi terkendali dan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Tingkat hunian hotel di Agustus lalu rata-rata mencapai 56,38 persen, dengan hotel berbintang bahkan melampaui 60 persen,

" Ini menunjukkan wisatawan yang datang memiliki daya beli premium,” katanya.

Pemkot Bandung menargetkan penyusunan masterplan gabungan Husein–Kertajati dalam 12 bulan ke depan, agar bisa diluncurkan sebagai “West Java Twin Airport” pada akhir 2026. Konsep ini sejalan dengan strategi West Java Aero Gateway yang diharapkan menjadi pintu gerbang transportasi udara dan pariwisata Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustafa, menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, Bandara Husein memiliki sejarah panjang dan merupakan aset penting yang tidak boleh ditinggalkan.

“Jawa Barat punya dua bandara, Kertajati dan Husein. Jangan sampai menghidupkan yang satu justru mematikan yang lain. Akhirnya dua-duanya mati. Yang mati tidak hidup-hidup, yang hidup malah mati. Ini yang kita alami hari ini,” ucapnya.

Saan menambahkan, bandara adalah etalase sebuah daerah dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Ia mendorong semua pihak, baik DPR RI, Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Angkasa Pura, Lanud Husein, maupun Kemenhub, untuk mencari solusi agar keduanya bisa beroperasi maksimal.

“Kita ingin yang mati bisa hidup, yang hidup tambah sehat, sehingga tidak menjadi beban, tetapi justru memberi manfaat dan kemudahan bagi masyarakat Jawa Barat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....