Pemkot Segera Perbaiki Infrastruktur Rusak Pasca Unjuk Rasa
- 08 Sep 2025 10:02 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur pasca aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari lalu. Sejumlah fasilitas publik, terutama sistem lalu lintas, mengalami kerusakan cukup parah sehingga harus segera diperbaiki demi menjaga kelancaran mobilitas warga.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menuturkan bahwa kerusakan terparah terjadi pada traffic light yang terhubung dengan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS) di beberapa titik utama kota. Beberapa lokasi yang terdampak antara lain kawasan Dago Cikapayang, Dago Sulanjana, Jalan Diponegoro, hingga persimpangan Diponegoro–Cilamaya.
Baca juga:Monitoring Kewilayahan, Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini
“Yang paling penting saat ini adalah perbaikan infrastruktur traffic light, bagian dari automatic traffic control di Dago Cikapayang dan Dago Sulanjana, lalu di Diponegoro hingga Cilamaya. Semua itu rusak, bahkan kabel-kabelnya pun ikut terdampak,” ujar Farhan, Senin (8/9/2025).
Farhan mengakui, kondisi ini sempat menimbulkan keluhan dari warga karena sistem pengaturan lalu lintas tidak berjalan normal. Sebagai solusi sementara, petugas di lapangan menggunakan pengaturan manual dengan bantuan kain penanda arah jalan.
“Memang ada yang mengkritik kenapa pengaturan lalu lintas sekarang terlihat sederhana, bahkan seperti ‘kampung’. Tapi sebenarnya, itu solusi cerdas yang sederhana tapi efektif. Warga jadi paham jalur prioritasnya, sementara petugas juga terus berjaga di lokasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena kerusakan cukup dalam hingga ke jaringan kabel bawah tanah. Pemkot memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu minimal tiga minggu agar seluruh sistem ATCS bisa kembali berfungsi normal.
“Karena kerusakannya sampai ke jaringan kabel, maka dibutuhkan waktu minimal tiga minggu untuk pemulihan. Kami pastikan setelah selesai, sistem akan kembali berjalan optimal,” tambahnya.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Selain itu, warga juga diharapkan ikut menjaga fasilitas publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Fasilitas umum ini milik bersama. Kalau rusak, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi seluruh warga kota. Mari sama-sama kita jaga Bandung tetap nyaman dan tertib,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....