KMS dan Lintas Iman Serukan Warga Jaga Warga

  • 03 Sep 2025 18:59 WIB
  •  Bandung

KBRN, Tasikmalaya : Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) dan Lintas Iman Tasikmalaya, menyikapi aksi mahasiswa dan masyarakat yang menolak kebijakan pemerintah maupun DPR RI yang tidak pro rakyat. Koordinator Sajajar, Usama Ahmad Rizal, perwakilan koalisi memberi dukungan penuh kepada gerakan mahasiswa yang konsisten mengawal aspirasi rakyat.

Suara mahasiswa adalah bagian dari suara rakyat. Ia juga mengingatkan, peserta aksi menjaga ketertiban agar tidak merugikan masyarakat.

“Perjuangan ini harus bermartabat, bukan menyakiti sesama, tidak terprovokasi isu SARA, hoaks, atau narasi yang memecah belah. Hal itu hanya akan melemahkan solidaritas dan mengalihkan fokus dari tuntutan utama,” katanya, Rabu (3/9/2025).

Sementara itu Ketua Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya Ajat Sudrajat mendesak aparat keamanan bersikap humanis, profesional, dan tidak represif dalam mengawal aksi. “Tugas aparat adalah melindungi warga sipil, bukan menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

Selain itu, Ajat juga menuntut pimpinan partai politik memberi sanksi kepada anggota parlemen yang dianggap membuat kegaduhan, dan merugikan masyarakat. “Aksi boleh keras dalam menyuarakan tuntutan, tapi jangan sampai keluar dari prinsip kemanusiaan dan keadaban. Kita harus menjaga agar aspirasi rakyat tidak tercoreng oleh tindakan anarkis,” ucapnya.

“ Semangat Warga Jaga Warga adalah benteng moral agar perjuangan ini tidak berubah menjadi konflik horizontal. Kami siap berdiri di depan untuk memastikan aksi damai ini tetap terjaga,” katanya menambahkan.

Aktivis Perempuan, Fiona Callaghan, juga turut menyuarakan pentingnya peran perempuan dalam menjaga jalannya aksi. Perempuan tidak boleh dikesampingkan dalam perjuangan rakyat. “Kita harus memastikan aksi berjalan damai, aman, dan ramah bagi semua, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan. Kehadiran perempuan adalah energi moral untuk mengingatkan bahwa perjuangan ini harus beradab,” ujarnya.

Baca juga: Aksi Komunitas Ojol Bebersih Kawasan Jalan Diponegoro Bandung

Fiona juga menyoroti adanya krisis identitas di tengah masyarakat yang kerap dimanfaatkan untuk memecah belah. Masyarakat sering dipaksa memilih antara sekat-sekat kelompok tertentu.

“Identitas terbesar kita adalah sama-sama warga bangsa Indonesia. Bila kita terjebak pada politik identitas, maka solidaritas akan runtuh dan perjuangan rakyat kehilangan arah,” katanya.

Ketua Indonesia Sejahtera (ISRA), Jonson Sitorus, menekankan bahwa perjuangan rakyat harus dibarengi dengan konsistensi moral. Sehingga tidak kehilangan arah perjuangan, karena kepentingan sesaat.

“Demo harus tetap bermartabat, berakar pada keadilan sosial, dan berpihak kepada mereka yang lemah. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban, baik karena kebijakan yang salah, maupun karena aksi yang kehilangan kendali,” ucapnya.

Koalisi Masyarakat Sipil dan Lintas Iman Tasikmalaya sendiri terdiri dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, ISRA, Sajajar, FBTI, Lakpesdam NU, Peradi, JAI, Pemuda Katolik, dan HIPMI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....