Cimahi Berduka: Acil Bimbo Sang Maestro Telah Tiada

  • 02 Sep 2025 22:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi: Langit Kota Cimahi tampak muram, seakan ikut berduka atas kepergian salah satu maestro musik Indonesia, Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, atau yang lebih dikenal dengan nama Acil Bimbo. Anggota dari grup legendaris Bimbo ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 82 tahun, Senin malam (1/9/2025) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, setelah berjuang panjang melawan kanker paru-paru.

Suasana haru menyelimuti pemakaman yang berlangsung keesokan harinya, Selasa (2/9/2025) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Cipageran, Cimahi Utara.

Sejak pagi, pelayat dari berbagai kalangan telah memadati area pemakaman keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, hingga sesama seniman semuanya datang membawa doa dan kenangan tentang sosok bersahaja yang telah begitu banyak memberi arti lewat musik.

Tenda sederhana berdiri di dekat liang lahat. Di bawahnya, terlihat wajah-wajah yang tak sanggup menyembunyikan kesedihan.

Tampak hadir di antara mereka, mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, serta pelawak senior Mi’ing Bagito. Mereka berbincang pelan, mengenang sosok Acil sembari menunggu kedatangan jenazah.

Tepat pukul 12.03 WIB, suara sirene ambulans memecah keheningan. Kendaraan itu tiba membawa jenazah Acil. Suasana mendadak senyap, hanya isak tangis dan doa yang terdengar saat keranda diturunkan.

Prosesi berlangsung khidmat. Keranda ditutupi kain hijau bertuliskan kaligrafi arab “Laa ilaaha illallah” dan “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un.” Perlahan, jasad Acil yang telah dibalut kain kafan dimasukkan ke liang lahat.

Tangis keluarga pecah, menyatu dengan lantunan doa yang mengiringi kepergian sang legenda menuju peristirahatan terakhirnya. Acil Bimbo bukan hanya seorang musisi. Ia adalah penjaga nilai, pelantun pesan moral dan spiritual, serta pewaris budaya.

Darah bangsawan mengalir dalam dirinya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Raden Rangga Hardjakusumah, Demang Cimahi era 1923-1931. Namun, ia memilih hidup sederhana, dengan karya yang membumi namun menjulang.

Sam Bimbo, kakak kandung sekaligus rekan musikal almarhum, menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir dan memohon doa untuk sang adik. “Terima kasih semuanya, termasuk rekan-rekan media. Mohon doanya yang terbaik buat almarhum,” ucap Sam.

Ia juga mengungkapkan, bahwa di masa-masa terakhir, komunikasi mereka berkurang karena kondisi kesehatan yang juga menurun. “Menjelang akhir, kami sama-sama sakit. Banyak tamu tak diundang datang. Almarhum memang sudah berat, saya pun sebetulnya juga sedang sakit,” katanya.

Di sisi lain, Dada Rosada tampak tak kuasa menahan emosi saat diminta mengenang sosok Acil. “Saya bersaksi, almarhum Kang Acil Bimbo adalah orang yang sangat baik, tulus. Kami semua sangat kehilangan,” ujar Dada dengan suara bergetar.

Kepergian Acil Bimbo menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tapi juga untuk dunia musik dan kebudayaan Indonesia. Melalui lirik-lirik penuh makna yang ia nyanyikan bersama Bimbo, Acil telah menjadi suara nurani bangsa tentang kemanusiaan, keimanan, dan kedamaian.

Kini, suara itu telah terhenti. Namun gema kebaikan dan warisan karya-karyanya akan terus hidup, mengalun abadi di hati generasi yang pernah dan akan terus mendengarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....