Beras Bantuan Dikomplain Warga, Ini Penjelasan Bulog Subang

  • 08 Agt 2025 14:39 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang : Terkait informasi adanya keluhan warga Desa Karangsari Kecamatan Binong tentang kualitas beras bantuan pemerintah yang disalurkan, Kantor Cabang Badan Usaha Logistik (Bulog) Subang Purwakarta, Kamis (7/8/2025) malam, langsung bergerak cepat mendatangi warga. Bulog juga mengganti beras yang dianggap tidak memiliki kualitas oleh warga sebagai penerima manfaat Bantuan Pangan (PBP), diganti dengan beras yang berkualitas.

Pimpinan Cabang Bulog Subang Purwakarta, Joko Purnomo mengatakan, pihaknya memerintahkan Tim dan Satgas Penyaluran beras kepada PBP, Kepala Gudang, Danramil Binong, dan juga dibantu Babinsa, sebagai upaya respon cepat dari Bulog.

"Begitu kami mendengar pemberitaan dari media massa, dan laporan masyarakat, kami perintahkan Tim, dan Kepala Gudang, yang dibantu oleh Pak Danramil Binong Kapten (Czi) Supardi, dan juga Babinsa Desa Karangsari, ke warga yang komplain. Malam itu juga kami ganti dengan beras yang berkualitas. Artinya persoalan tersebut sudah kami selesaikan malam tadi juga," ungkap Joko kepada RRI di Subang, Jumat (8/8/2025).

Ia mengungkapkan, beras bantuan pangan yang disalurkan oleh Bulog kemarin, ada dua kualitas beras yang disalurkan. Keduanya merupakan beras sisa import dari luar negeri, dan beras berkualitas medium dari hasil serap gabah petani.

"Sebenarnya beras LN juga gak ada masalah, mungkin saja tentang selera masyarakat, yang gak senang beras pera, karena masyarakat lebih senang mengkonsumsi beras yang lebih pulen," ujarnya.

Ia menegaskan, stok beras di gudang Bulog Subang, terdapat dua jenis beras. Ada stok beras LN, dan ada juga beras lokal yang pulen.

"Beras LN itu, merupakan stok beras yang tahun kemarin, yang kita salurkan kepada masyarakat, dan selera masyarakat Subang ini, cenderung lebih suka beras yang pulen," papar Joko.

Pimpinan Cabang Bulog Subang Purwakarta berkomitmen, persoalan beras yang dikomplain masyarakat, tidak akan terulang kembali pada penyaluran beras berikutnya dari Bulog. "Kita akan petakan, mana masyarakat yang suka beras pera, mana yang suka beras pulen," pungkasnya menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....