Omzet Jutaan Pedagang Bunga Kebanjiran Order Saat Lebaran

  • 09 Apr 2025 11:34 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi: Momen Idulfitri membawa berkah tersendiri bagi para pedagang bunga tabur di Kota Cimahi. Lonjakan permintaan untuk keperluan ziarah kubur membuat omzet penjualan meningkat drastis, bahkan mencapai puluhan juta rupiah dalam waktu singkat.

Di kawasan Jalan Gedung Empat, Kelurahan Karangmekar, Cimahi Tengah, sejumlah pedagang bunga menikmati lonjakan penjualan selama libur Lebaran.

Salah satunya adalah Yusuf (39), warga Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, yang telah menekuni bisnis bunga selama delapan tahun.

“Puncaknya terjadi pada malam takbiran. Ribuan bungkus bunga tabur ludes terjual. Bisa dibilang, malam itu adalah harinya tukang bunga,” ujar Yusuf, Selasa (8/4/2025).

Menurut Yusuf, omzet yang diraih selama periode Idulfitri bisa mencapai Rp20 hingga Rp30 juta, bahkan lebih. Harga satu bungkus bunga tabur dibanderol Rp10.000. Selain bunga tabur, bunga sedap malam juga laris diburu masyarakat.

Pada malam takbiran, Yusuf mencatat penjualan hingga 1.500 batang bunga sedap malam, yang dijual dengan kisaran harga Rp5.000 hingga Rp12.000 per batang, tergantung kualitas.

“Bunga sedap malam banyak diminati untuk keperluan ziarah dan dekorasi. Kami mendapat pasokan dari Pasir Langu, Lembang, dan sebagian dari Garut,” katanya.

Namun, Yusuf mengungkapkan bahwa permintaan mulai menurun setelah hari ketiga Lebaran. Biasanya, permintaan yang tersisa hanya untuk bunga hias atau bunga pot.

Meski meraup keuntungan besar saat momen Lebaran, Yusuf tak menampik bahwa bisnis bunga memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kesegaran bunga.

Ia harus merawat bunga dengan cermat agar tidak cepat layu. Bunga yang mulai layu biasanya dimanfaatkan untuk membuat karangan bunga.

“Saat Lebaran, saya bahkan menolak pesanan karangan bunga karena fokus pada permintaan bunga tabur dan sedap malam yang sangat tinggi,” ucapnya.

Untuk karangan bunga, Yusuf menyebut harga termurah berkisar Rp500 ribu untuk ukuran 1x2 meter, sementara yang terbesar bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Karangan bunga untuk ucapan duka cita harus selesai dalam waktu dua jam, sementara untuk acara lain bisa lebih fleksibel.

“Kebanyakan pelanggan karangan bunga berasal dari instansi atau pabrik, tapi ada juga dari perorangan,” katanya menegaskan.

Selain permintaan pasar, cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan bunga. Menurut Yusuf, jika kondisi cuaca buruk, hasil panen dari kebun berkurang, sehingga pasokan menipis dan harga bunga cenderung naik.

“Bunga sangat bergantung pada cuaca. Kadang harus diberi pencahayaan tambahan agar tumbuh optimal. Harga dari petani pun bisa naik kalau stok berkurang. Satu ikat bunga berisi 10 batang biasanya dibanderol Rp14.000, tapi bisa lebih mahal saat cuaca tidak mendukung,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....