Ditlantas Polda Jabar Ungkap Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata.

  • 14 Mei 2024 11:04 WIB
  •  Bandung

KBRN, Subang: Dirlantas Polda Jabar dan Satlantas Polres Subang, dengan dukungan Korlantas Mabes Polri, berhasil mengungkap fakta-fakta penyebab terjadinya kecelakaan maut bus pariwisata, yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok, di depan Mesjid Assaadah Ciater Subang, Sabtu (11/5/2024) lalu.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Wibowo mengungkapkan, dari fakta-fakta tersebut, merupakan keterangan dari sejumlah saksi yang diperiksa secara intensif, diantaranya pengemudi, kernet, penumpang, mekanik dan masyarakat, serta dua saksi ahli dari Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, dan petugas Agen pemilik merek kendaraan Hino.

Selain itu, lanjut Dirlantas Polda Jabar, fakta-fakta tersebut, diperkuat dari hasil pemeriksaan kendaraan bus pariwisata, atau hasil ram chek, yang didukung oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan juga Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, serta dari Agen perusahan Hino.

"Langkah-langjah tersebut, sebagai upaya mempercepat penanganan, paska kecelakaan maut bus pariwisata di Ciater Subang, Sabtu 11 Mei 2024 lalu," ujar Kombes Pol. Wibowo kepada wartawan, di Subang, Selasa (14/5/2024).

Dari langkah-langkah yang diambil Dirlantas Polda Jabar ini, kata Wibowo, pihaknya menyimpulkan, bajwa di TKP tidak ditemukan adanya bekas pengenreman, yang ada hanya bekas tanda gesekan antara bus dengan aspal. Artinya, kendaraan pada saat melaju sampai terjadinya kecelakaan, semaa sekali tidak menggunakan fungsi rem.

"Kemudian dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, baik terhadap pengemudi maupun saksi lainnya, kita mendapatkan keterangan bahwa pengemudi atas nama Sadira warga Kota Bekasi, mengetahui bahwa kendaraan yang dibawanya tersebut, bermasalah dalam fungsi rem. Dibuktikan bus inu dua kali di coba dilakukan oerbaikan fungsi rem, pertama di depan pintu masuk TWA Gunung Tangkabuoan Parahu, kemudian di depan Rumah Makan Bang Jun Ciater, setelah jarak beberapa ratus meter ke TKP, terjadilah kecelakaan maut tersebut," terangnya.

Fakta lainnya, dijelaskan Wibowo, dari keterangan dua Ahli, baik dari Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, maupun dari Agen Perusahan Hino, di temukan adanya fakta-fakta, seperti ditenukannya adanya campuran oli dengan air di dalam compresor, seharusnya dalam ruang compresor tersebut hanya berisi udara saja tidak boleh ada campuran baik oli maupun air.

"Adanya campuran air dan oli di dalam compresor tersebut, akibat adanya proses pengembunan, yang ditimbulkan, karena adanya proses pengembunan tersebut, sehingga menimbulkan tidak berfungsinya rem pada kendaraan bus pariwisata tersebut, sekaligus sebagai penyebab kecelakaan maut tersebut," tukas Wibowo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....