Menguak Letak Geografis Jawa Barat dalam Lagu "Nataan Gunung"
- 25 Jan 2025 10:35 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Setiap lagu yang diciptakan oleh penciptanya tentu memiliki sesuatu atau makna yang ingin disampaikan dari lagu tersebut. Tak terkecuali lagu-lagu di dalam Tembang Sunda Cianjuran yang diantaranya ada yang diketahui siapa penciptanya dan ada juga yang tidak diketahui.
Dari sekian banyak lagu yang ada didalam Tembang Sunda Cianjuran Wanda Papantunan, Lagu "Nataan Gunung" menjadi lagu yang menarik untuk diketahui dan dibuktikan secara geografis. Terkait tata letak suatu tempat yang ingin disampaikan oleh penciptanya yang tidak diketahui, atau yang biasa disebut No Name.
Gunung Kendeng Nunjang Ngidul
Paratna Ka Papandayan
Putri Nu Ngabengbreng Koneng
Megatan Jalan Ka Jampang
Menurut Dr. Yus Wiradiredja, seorang Maestro Tembang Sunda Cianjuran, Lagu Nataan Gunung dibuat oleh Dalem Pancaniti dengan lirik tentang Cerita Pantun Munding Laya Dikusumah yang sedang mengajak kekasihnya yaitu Dewi Asri terbang melihat gunung-gunung yang ada disekeliling tempat tersebut. Namun Dari penggalan akhir lagu Nataan Gunung diatas, Setelah ditelusuri tempat-tempat yang tertulis dalam lirik lagu tersebut oleh Pepep DW, M.Sn Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, seniman dan pecinta gunung, ternyata bukan hanya sekedar berkaitan dengan cerita Pantun tersebut, tetapi situasi dan keadaan tempat tersebut benar adanya sesuai dengan saat ini.
Dimulai dengan menelusuri tempat pada lirik “Gunung Kendeng Nunjang Ngidul, Paratna ka papandayan”. Di Bandung ada dua hingga tiga nama Gunung Kendeng, diantaranya ada di Bandung Barat, Bandung Selatan dan Bandung Tenggara. Satu-satunya yang spesifik dengan lirik bagian tersebut adalah Gunung Kendeng yang berada di Bandung Selatan yaitu Kabupaten Bandung yang bersebelahan langsung dengan Garut, tepatnya berada di Pangalengan. Rasa penasaran Pepep semakin kuat dan tidak puas hanya dengan penemuan data sampai disitu. Pada akhirnya Pepep bertemu dengan afdeling yaitu salah satu administrasi paling kecil didalam perkebunan yang biasanya mengambil nama dari tempat yang ada disitu. Ternyata di kaki gunung ini ditemukan afdeling dengan nama afdeling Gunung Kendeng.
Penelusuran berlanjut sesuai arah yang ditunjukan dalam lagu Nataan Gunung, ternyata benar dari Gunung Kendeng di pangalengan berjalan terus menuju arah Kidul, perjalanan berakhir dengan bertemunya Gunung Papandayan yang hanya ada satu-satunya di Jawa barat. Penggalan lagu selanjutnya yang berbunyi “Putri Nu Ngabrengbreng Koneng, Megatan Jalan Ka Jampang” juga tak kalah seru perjalanan penemuannya.
Masyarakat pada umumnya mengetahui bahwa jampang berada di Sukabumi. Tetapi Jampang yang ada di dalam Lagu Nataan Gunung bukanlah menunjukan Jampang yang Berada di Sukabumi. Suatu saat Pepep kembali melakukan penelusuran di gunung tersebut. Setelah dua hari melakukan perjalanan penelusuran dari Pangalengan ke Gunung Kendeng dengan melawati jalan setapak yang merupakan Jalur Purba dan menghantarkan ke gunung papandayan, ternyata benar Pepep bertemu dengan suatu tempat yang sangat indah bernama Kampung Jampang persis di Kaki Gunung Papandayan Kidul.
Pertanyaan selanjutnya dari benak Pepep adalah, lalu siapa yang dimaksud “Putri Nu Ngabrengbreng Koneng”? Ternyata data yang lebih Ilmiah dan faktual terkait warna “Koneng” atau “Kuning” ini dalam lagu Nataan Gunung yang diyakini oleh Pepep adalah Emas. Untuk lebih jelasnya tentang Emas tersebut, siapapun bisa mencari informasinya terkait “Emas Di Kaki Gunung Papandayan”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....