Mandi Malam Hari Penyebab Rematik, Fakta Atau Mitos ?

  • 28 Okt 2024 13:54 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung : Aktivitas di kota besar seperti Bandung sering menuntut sebagian orang untuk pulang larut malam, sehingga mandi malam menjadi kebiasaan yang sulit dihindari.

Namun, muncul kekhawatiran bahwa mandi malam bisa berdampak buruk pada kesehatan, termasuk risiko penyakit rematik. Apakah benar demikian?

Dikutip dari Halodoc, keyakinan bahwa mandi malam berbahaya bagi kesehatan belum sepenuhnya terbukti. Penelitian terkait dampak buruk mandi malam masih terbatas.

Meski demikian, kebiasaan mandi malam sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering, karena dikhawatirkan dapat menurunkan kondisi tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

Mitos yang menyebutkan bahwa mandi malam menyebabkan rematik telah terbantahkan. Faktanya, mandi malam bukanlah penyebab penyakit rematik. Bahkan, mandi air hangat pada malam hari justru bisa meredakan gejala rematik, serta membantu mengurangi nyeri otot setelah seharian beraktivitas.

Meski mandi malam dengan air hangat bisa bermanfaat bagi orang dewasa, kebiasaan ini tidak disarankan untuk bayi. Memandikan bayi terlalu malam berisiko menyebabkan hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35 derajat Celsius.

Risiko ini meningkat pada bayi, terutama dalam tiga bulan pertama, karena ketidakstabilan suhu tubuhnya.

Bayi yang mengalami hipotermia bisa menunjukkan gejala seperti napas cepat, kulit pucat, gemetar, dan suhu tubuh dingin.

Jika tanda-tanda tersebut muncul setelah bayi terkena air dingin atau mandi malam, segera cari bantuan medis.

Mandi malam dapat membawa manfaat, tetapi sebaiknya dihindari saat tubuh sedang sakit atau ketika ada kondisi kesehatan tertentu.

Konsultasikan dengan dokter jika memiliki keluhan kesehatan sebelum memutuskan untuk mandi malam, agar terhindar dari dampak negatif yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....