Hari Batik Nasional, Rani Permayani : Motif Baru Bukti Eksistensi Batik Kota Tasik

  • 02 Okt 2026 22:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 menjadi momentum kebangkitan Batik di Indonesia. Termasuk Kota Tasikmalaya, yang memiliki industri Batik yang terpelihara. Bahkan, untuk mempertahankan eksistensi Batik, Kota Tasikmalaya meluncurkan empat motif batik khas dalam ajang Priangan Bamboo Fest X Kriya Loka di Gedung PPIK Tasikmalaya Desember 2025.

Empat motif batik baru tersebut adalah, “Nganyam Payung” dengan didominasi warna hijau, terinspirasi dari kerajinan payung geulis khas Tasikmalaya.

Selanjutnya Tasikmalaya Geulis, yakni Batik berwarna kuning cerah, mengambil inspirasi dari kelom geulis (sandal kayu tradisional) dan payung geulis. Kemudian Tasik Asri, yang mengusung nuansa warna navy (biru dongker) yang kalem dan elegan. Selanjutnya motif Titasik (Ti Tasik) yakni Batik motif yang melengkapi identitas terbaru batik tersebut.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Rani Permayani mengatakan, ke empat motif batik ini mewakili keindahan berbagai motif wastra khas Kota Tasikmalaya. Keempat motif baru hasil karya perajin lokal ini juga telah resmi mengantongi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Selain motif terbaru lanjut Rani, tentu tidak lantas melupakan motif Batik lama. Motif Batik Tasikmalaya kata Rani, kental dengan nuansa alam Parahyangan yang menampilkan unsur flora, fauna, dan warna-warna cerah.

Berikut motif populer Batik Tasikmalaya yakni,

motif “Merak Ngibing” yakni motif yang menampilkan gambar burung merak yang sedang menari (ngibing). Motif ini kata Rani, menjadi salah satu motif paling ikonik dan populer.

Selain itu, ada juga motif “Awi Ngarambat”. Motif ini, menggambarkan rumpun bambu yang merambat, menyimbolkan kerendahan hati. Kemudian “Pisang Bali” dimana motif ini merupakan motif klasik yang sering diasosiasikan dengan harapan atau dipercaya membawa keberuntungan bagi para pedagang.

Kemudian motif Lancah Tasik (Ramat Lancah). Motif ini terinspirasi dari bentuk sarang laba-laba yang melambangkan jalinan kehidupan. Dan yang terakhir adalah motif Cala-Culu, yakni ragam hias geometris tradisional khas Priangan yang unik dan repetitif.

Rani mengatakan, untuk terus melestarikan Batik, Ia juga sering menggelar pelatihan, bekerjasama dengan beberapa komunitas pecinta batik dan canting agar kawula muda merasa bangga memakai batik. Termasuk. Ikut melestarikan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap batik sehingga bisa meningkatkan popularitas Batik itu sendiri.

“Selamat hari Batik Nasional. Semoga batik tetap menjadi kebanggaan semua kalangan, termasuk generasi muda. Untuk batik kota tasikmalaya saya berharap tetap eksis dan terus berkembang,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....