Cegah Narkoba di Generasi Muda, BNNP Jabar Gelar Pasanggiri Agung Kawih Sinom
- 14 Sep 2026 13:33 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi gelaran Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat. Pasanggiri Agung Kawih Sinom tersebut merupakan salah satu upaya BNN untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, melalui pendekatan budaya.
Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Tantan Sulistyana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pencegahan narkotika dan lainnya, khususnya bagi kelompok umur 15 hingga 24 tahun. Ia mengakui, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya di kalangan generasi muda naik sekitar 2,53 persen dari sebelumnya sekitar 1,8 persen.
"Sebanyak 4,1 juta jiwa itu seluruhnya, ya. Dari semua kelompok usia, rentang usia 15 sampai 64 tahun. Untuk usia 15 sampai 24 tahun naik sekitar 2,53.persen, dari sebelumnya 1,8 persen,”jelasnya disela acara Pasanggiri Kawih Sinom BNN Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Budaya Jawa Barat, Senin 14 September 2026.

Dikatakannya juga saat ini banyak pergeseran modus operandi kejahatan narkotika. Sasaran utama menurut Tantan, adalah generasi muda pengguna rokok elektrik (Vape).
Ia mencontohkan seperti kasus yang terungkap di wilayah Sidoarjo, ganja daun kuncup yang diekstrak menjadi cairan. Kemudian penyelundupan ketamin yang diekstrak mencair, serta penyelundupan etomidate cair.
“Karena sekarang anak muda kan banyak menggunakan rokok elektrik, ya, di tempat-tempat kafe dan sebagainya. Kita tidak bisa memantau, misalkan, yang bisa membedakan mereka menggunakan vape murni dengan diisi narkotika, bisa bedakan enggak? Karena kan ada varian rasa, ter-cover oleh varian rasa,”ungkapnya.
Ia juga meminta seluruh elemen turut melakukan pengawasan bersama-sama dengan modus baru penyalahgunaan narkotika tersebut.”Jangan sampai pergeseran modus operandi, pergeseran jenis narkotika baru, tidak kita antisipasi secara maksimal,”tegas dia.
Ia pun berharap, dengan kegiatan seperti Pasanggiri Agung Kawih Sinom BNN Provinsi Jawa Barat, dapat membangun ketahanan generasi muda terhadap godaan narkotika dan obat terlarang lainnya. “Kita harapkan anak remaja ini bisa berkreasi, menyampaikan pesan-pesan positif bahwa narkoba ini sangat berbahaya,”harap dia.

Pada kesempatan yang Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, dalam Kawih Sinom tersebut memuat pesan dan nasihat bahaya narkoba, dampak negatif jika menggunakan narkoba. “Jadi, itu nasihat kepada anak-anak, remaja, pemuda agar jauh dari narkoba,”ucap Pudjo.
Selain itu juga, Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang bertemakan Narkoba Musuh Bangsa dapat menjadi nilai mendalam generasi muda untuk memerangi narkoba dan obat terlarang lainnya. “Nilai yang sangat mendalam kepada anak-anak kita di Jawa Barat, mulai dari SD, SMP, SMA agar tidak mendekati pada narkoba, narkoba itu Ngabeahkeun harta (menghabiskan harta), Ngarusak pikir (Merusak pikiran), dan Nu ngapung malah linglung(membuat linglung),”ujar Pudjo.
Sementara itu Pasanggiri Agung Kawih Sinom BNN Provinsi Jawa Barat diikuti sekitar 182 peserta. Setelah melalui beberapa tahap penyisihan, tersisa 16 besar peserta yang terdiri dari 8 orang kategori pelajar dan 8 orang lainnya kategori umum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....