Pesona Tradisi Kuda Kosong, Warisan Budaya Cianjur
- 11 Agt 2026 20:08 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur : Masyarakat Cianjur memiliki warisan budaya luhur yang sarat akan nilai sejarah, salah satunya adalah tradisi Kuda Kosong. Tradisi berupa pawai budaya ini menampilkan seekor kuda yang dihiasi dengan megah, tetapi dibiarkan berjalan tanpa penunggang di atas punggungnya.
Pagelaran ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol kehormatan dan pengingat akan simpul sejarah kepemimpinan di tanah Tatar Pasundan. Akar sejarah tradisi Kuda Kosong bermula pada masa kepemimpinan Raden Aria Wiratanudatar I, pendiri Kabupaten Cianjur pada abad ke-17.
Kala itu, Cianjur menyerahkan hasil bumi berupa padi dan lada sebagai bentuk upeti atau seba kepada Kerajaan Mataram. Kecerdasan serta keberanian Raden Aria Wiratanudatar I dalam berdiplomasi berhasil memikat hati Raja Mataram, Sunan Amangkurat I, yang kemudian mempersembahkannya seekor kuda gagah.
Kuda pemberian Kerajaan Mataram tersebut dituntun kembali ke Cianjur tanpa diduduki oleh orang biasa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan yang mendalam kepada para leluhur, khususnya sosok Eyang Suryakancana yang dalam cerita rakyat setempat dipercaya menungganginya secara gaib.
Sejak saat itulah istilah Kuda Kosong melekat, menandakan penghormatan tertinggi pada kehadiran penunggang spiritual yang tak kasat mata. Dalam pelaksanaannya di masa modern, tradisi ini menjadi agenda puncak dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Cianjur.
Kuda Kosong dituntun oleh pawang berbusana adat, diiringi rombongan pemusik tradisional, penari, serta iring-iringan prajurit berbusana khas Sunda. Kehadirannya selalu menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang jalan utama kota untuk menyaksikan langsung kemegahan prosesi bersejarah ini.
Keberadaan tradisi Kuda Kosong menegaskan pentingnya merawat identitas daerah di tengah arus modernisasi. Pawai ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian sejarah lokal, tetapi juga media edukasi generasi muda agar senantiasa menghargai jasa para pendiri Cianjur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....