Lebon: Seni Pertarungan Adat Khas Pesisir Pangandaran

  • 10 Agt 2026 04:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung : Kesenian Lebon merupakan salah satu warisan budaya unik yang tumbuh dan berkembang di Dusun Pepedan, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Secara etimologi, kata Lebon berasal dari kata leboni atau dilebok, yang bermakna "dikafani" atau "dikubur".

Nama yang terkesan magis ini merujuk pada sejarah awal kemunculannya sebagai sebuah tradisi pertarungan fisik antarkelompok atau jawara. Pada masa lampau, Lebon difungsikan sebagai sarana hukum adat untuk menyelesaikan sengketa wilayah, batas lahan pertanian, hingga perselisihan antarwarga yang tidak menemukan titik terang.

Dalam pertarungan adu ketangkasan tersebut, para jawara bertarung secara serius dengan membawa perlengkapan pertarungan serta alat galian seperti cangkul dan kain kafan. Pihak yang kalah atau tewas dalam adu kekuatan tersebut akan langsung dikuburkan di tempat oleh pihak yang menang.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya norma sosial, fungsi Lebon mengalami transformasi besar sejak pertengahan abad ke-20. Tradisi pertarungan yang semula keras dan berbahaya perlahan diubah menjadi pertunjukan seni adu ketangkasan yang aman.

Unsur kekerasan dieliminasi dan digantikan dengan koreografi pencak silat, gerakan atraktif, serta pelindung tubuh guna menghindari cidera. Dalam penyajiannya saat ini, Seni Lebon dikemas secara interaktif dengan iringan musik tradisional seperti kendang, terompet Sunda, dan gamelan.

Pertunjukan ini kerap dipadukan dengan tradisi lokal lainnya, seperti kesenian Rengkong atau Gondang Buhun sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan keberkahan alam. Rekonstruksi pertarungan jawara tersebut kini menjadi seni atraksi yang memukau dan kaya akan nilai kebersamaan.

Pemerintah daerah bersama masyarakat Desa Selasari terus melestarikan Seni Lebon sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya di Pangandaran. Dari sebuah metode penyelesaian konflik masa lalu, Lebon berhasil bertransformasi menjadi identitas kebudayaan yang mempererat silaturahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....