Warisan Wastra Sunda: Kasang dan Simbut Tulis

  • 05 Agt 2026 06:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung : Budaya Sunda menyimpan kekayaan tradisi kain yang anggun dan sarat makna, salah satunya melalui warisan wastra kasang dan simbut tulis. Berbeda dengan kain batik perkotaan yang populer saat ini, kasang dan simbut tulis merupakan representasi kearifan lokal masyarakat pedalaman Sunda pada masa lalu.

Kehadiran kedua kain ini menunjukkan betapa tingginya keterampilan menenun dan membatik masyarakat Jawa Barat dalam mengekspresikan nilai estetika serta spiritualitas mereka. Kasang pada dasarnya merupakan kain penutup atau tirai hias tradisional yang dahulunya kerap digunakan dalam acara-acara adat dan upacara penting.

Dibuat dengan motif-motif geometris serta ragam hias khas, kasang tidak hanya berfungsi sebagai pembatas ruang atau dekorasi dinding, tetapi juga menjadi penanda status sosial serta penghormatan kepada tamu. Pola warna yang tegas dan susunan benang yang kokoh merefleksikan karakter masyarakat Sunda yang hangat, terbuka, namun tetap menjunjung tinggi norma kesopanan.

Sementara itu, simbut tulis adalah kain batik khas Sunda abad lampau yang dibuat menggunakan teknik rintang warna sederhana dengan lilin atau bahan pewarna alami. Motif pada simbut tulis cenderung abstrak dan geometris, terinspirasi langsung dari keterikatan manusia dengan alam sekitar seperti fauna, tumbuhan, dan elemen kehidupan.

Penggunaan canting atau alat gores tradisional dalam proses penulisannya melahirkan corak yang berkarakter kuat, polos, dan memancarkan kesan keaslian yang mendalam. Dalam konteks kehidupan spiritual dan ritual masyarakat Sunda tempo dulu, simbut tulis sering kali difungsikan sebagai selimut penghangat tubuh atau kain pelindung dalam prosesi kelahiran dan pengobatan.

Keberadaan motif-motif mistis dan penuh simbolisme dipercaya mampu memberikan ketenangan serta perlindungan bagi pemakainya dari gangguan roh jahat. Oleh karena itu, pembuatan simbut tulis tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan diiringi dengan doa dan doa pengharapan oleh para perajin wanita di desa-desa Baduy atau wilayah pedalaman Sunda lainnya.

Kini, kasang dan simbut tulis tergolong sebagai wastra langka yang nilainya sangat tinggi di dunia tekstil Nusantara. Keberadaannya menjadi bukti otentik bahwa peradaban Sunda memiliki identitas batik dan kain tenun yang mandiri serta tidak kalah bernilai dari daerah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....