Makna Pribahasa Sunda “Adean Ku Kuda Beureum”

  • 31 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Budaya yang beragam di Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang harus diketahui dan dilestarikan. Tidak terkecuali dengan keberadaan Peribahasa yang memiliki makna , seperti salah satu peribahasa Sunda “Adean Ku Kuda Beureum”

Makna adanya peribahasa adalah sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan nasihat, aturan tingkah laku, dan perbandingan secara tersirat menggunakan bahasa yang indah dan santun. Peribahsa Sunda “Adean Ku Kuda Hideung “ memiliki arti bangga atau merasa kaya dengan barang milik orang lain atau barang yang dipinjam dari orang lain.

Dikutip Laman brainly menjelaskan bahwa Pribahasa adean ku kuda beureum ini jika diterjemahkan per kata ke dalam bahasa Indonesia adalah "punya adik karena kuda merah", itulah kira-kira terjemahan per-kata dari pribahasa Sunda tersebut. Rangkaian kata-kata terjemahan tersebut tidak ada memiliki arti jika dilihat secara per kata.

Dalam bahasa Sunda terdapat pribahasa yang dibuat berdasarkan pada perilaku atau personifikasi mahluk lain atau binatang. Pribahasa "adean ku kuda beureum" tersebut merupakan sindirin saat melihat orang yang tampil berlebihan, tetapi semua orang tahu bahwa penampilan yang berlebihan tersebut, yaitu dengan memamerkan barang-barang yang dipakainya, adalah merupakan barang pinjaman belaka.

Didalam Kamus Basa Sunda dijelakan juga bahwa Secara letterlijk, adean ku kuda beureum bisa diartikan menjadi “beradik kuda merah”. Tidak ada artinya, bahkan sulit dipahami arti kata yang terkandung.

Peribahasa ini mengandung kata kiasan yang biasa digunakan dalam tata kalimat peribahasa bahasa sunda yaitu kalimat yang disusun menggunakan personifikasi perilaku mahluk lain binatang, tumbuhan, benda mati atau bentuk lainya namun secara konotasi bisa mengarah pada tujuan yang dimaksud.

Adean ku kuda beureum diartikan sebagai agul ku banda batur atawa ginding ku beunang minjeum. Artinya merujuk pada perilaku orang yang bangga, yang berlebihan bahkan cenderung narcis pada hal hal yang dimiliki atau yang menempel pada tubuhnya misalnya perhiasan, padahal benda tersebut adalah milik orang lain atau dengan kata lain meminjam dari orang lain.

Dalam sastra bahasa Indonesia, adean ku kuda berueum memiliki makna sepadan dengan ”berlayar atas angin” yang memiliki makna menyindir pada orang lain yang mengerjakan sesuatunya atas belanja orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....