Makna Lisung dan Halu dalam Tradisi Budaya Sunda
- 27 Jul 2026 13:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung -Lisung dan Halu merupakan alat untuk menumbuk padi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia jaman dahulu. Dalam Tradisi dan Budaya Sunda, Lisung dan Halu juga selalu hadir menjadi alat yang digunakan dalam berbagai Ritual Budaya.
Sebelum era modern seperti saat ini, Masyarakat Indonesia masih menggunakan peralatan dan metode tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Sunda terdahulu, menggunakan Lisung dan Halu untuk menumbuk padi hingga kulitnya terkelupas dan padi siap ditanak menjadi nasi.
Dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia tentang “Lisung”, menjelaskan bahwa Lisung merupakan alat tradisional asal Jawa Barat. Lisung adalah wadah yang digunakan untuk menumbuk padi menjadi beras dengan bantuan halu (tongkat kayu).
Lisung terbuat dari kayu yang yang berukuran besar besar, berbentuk seperti perahu dengan lubang di salah satu ujungnya untuk menyimpan halu. Saat ini, lisung telah menjadi barang antik karena dengan kemajuan teknologi, padi sekarang ditumbuk dengan mesin penggiling padi (rice huller).
Lisung sudah banyak dialihfungsikan menjadi beragam benda, seperti meja, benda hias, pajangan, dan lain-lain. Namun, dalam Tradisi Budaya Sunda, Lisung dan Halu masih digunakan untuk kepentingan ritual.
Makna Lisung dan Halu secara bentuk dan fungsi dijelaskan dalam Jurnal snds.uph.edu, yang ditulis oleh Tiara Isfianti tentang “Lisung Sebagai Kesadaran Kolektif Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar”. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa Perpaduan antara halu (unsur gerak/laki-laki atau lingga) dan lisung (unsur diam/perempuan atau yoni) dimaknai sebagai simbol kesuburan alam dan kehidupan.
Tiga lubang pada lisung sering dimaknai secara simbolis, lubang tengah sebagai pusat kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, lubang depan (Batara Sungki) sebagai lambang pemimpin, dan lubang belakang (pajana) sebagai lambang rakyat. Jika ketiganya bersatu, maka negara akan kuat dan makmur.
Makna lain dari Lisung dan Halu adalah sebagai wujud dari Kesadaran Sosial. Suara benturan halu dan lisung yang berirama dulunya menjadi tanda datangnya pagi serta sarana kerja sama dan hiburan warga desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....