Keunikan Candi Cangkuang Penjaga Sejarah Garut
- 22 Jul 2026 14:00 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Candi Cangkuang terletak di tengah pulau kecil di Danau Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, menyajikan pesona sejarah yang unik di Tanah Sunda.
Candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi ini menjadi satu-satunya peninggalan bangunan candi Hindu yang ditemukan di wilayah Jawa Barat. Kehadirannya di tengah perairan danau yang tenang serta perbukitan yang asri memberikan suasana damai sekaligus bernilai sejarah tinggi bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Candi Cangkuang berdiri berdampingan secara harmonis dengan makam Embah Dalem Arief Muhammad, seorang tokoh penyebar ajaran Islam di wilayah tersebut pada abad ke-17. Perpaduan antara bangunan candi Hindu dan makam pemuka agama Islam di satu area yang sama menjadi simbol toleransi serta akulturasi budaya yang sangat kuat.
Keharmonisan ini mencerminkan bagaimana dua keyakinan dan era sejarah yang berbeda dapat saling menghormati serta berdampingan secara damai dalam lintasan kebudayaan lokal. Candi Cangkuang juga dikelilingi oleh keberadaan Kampung Adat Pulo yang berada tepat di area pemukiman sekitar pulau kecil tersebut.
Masyarakat adat di kampung ini masih memegang teguh aturan warisan leluhur, seperti pembatasan jumlah rumah yang hanya boleh berdiri sebanyak enam unit untuk enam kepala keluarga, ditambah satu bangunan masjid.
Kedisiplinan warga lokal dalam menjaga tradisi ini membuat lingkungan di sekitar peninggalan bersejarah tersebut tetap lestari dan terhindar dari komersialisasi pemukiman. Candi Cangkuang dapat dicapai oleh para pengunjung dengan cara menyeberangi danau menggunakan rakit bambu tradisional sembari menikmati pemandangan teratai dan pegunungan Garut.
Pengalaman menyeberangi danau menuju lokasi peninggalan purbakala ini memberikan sensasi wisata sejarah dan alam yang sangat berkesan. Keberadaan kompleks ini bukan sekadar destinasi sejarah biasa, melainkan sebuah warisan budaya luhur yang mengajarkan pentingnya menjaga kerukunan, kelestarian alam, dan identitas tradisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....