Uniknya Kostum Ksatria Perang Tomat Cikareumbi

  • 06 Jul 2026 11:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Hajat Lembur di Kampung Cikareumbi, Lembang Kabupaten Bandung Barat, selalu dinanti karena ada satu tradisi unik yang disebut dengan Rempug Tarung Tomat alias Perang Tomat. Tradisi ini bukan sekadar ajang saling lempar buah, melainkan ritual sakral sebagai ungkapan syukur sekaligus buang sial atas hasil panen yang melimpah.

Di balik keseruan perang yang melontarkan ribuan tomat busuk ini, ada satu daya tarik visual yang begitu memikat, yaitu kostum ala ksatria pelindung yang dikenakan oleh para pesertanya. Kostum ksatria ini lahir dari kreativitas lokal masyarakat Cikareumbi untuk melindungi diri dari hantaman tomat yang cukup masif.

Alih-alih menggunakan baju besi modern yang kaku, para warga memanfaatkan anyaman bambu sebagai material utama pelindung tubuh. Helai-helai bambu dianyam sedemikian rupa membentuk tameng, pelindung dada, hingga helm penutup kepala. Penggunaan bambu ini memberikan kesan prajurit tradisional Sunda purba yang gagah namun tetap menyatu dengan alam.

Keunikan paling mencolok terletak pada desain tameng yang mereka bawa. Tameng-tameng anyaman ini sering kali dihiasi ornamen janur, dedaunan, atau bahkan topeng-topeng berwajah jenaka dan menyeramkan.

Helm yang dikenakan pun tidak kalah kreatif, menyerupai mahkota ksatria kerajaan kuno dengan tambahan rumbai-rumbai dari sabut kelapa atau ijuk. Perpaduan elemen-elemen ini menciptakan estetika magis sekaligus jenaka yang membedakannya dari kostum festival lainnya.

Ketika perang dimulai, kostum ksatria bambu ini bertransformasi menjadi kanvas seni yang dinamis. Hantaman demi hantaman tomat merah yang pecah di atas anyaman bambu perlahan mengubah warna kostum mereka.

Efek cipratan cairan dan biji tomat yang menempel justru membuat para ksatria ini tampak seperti baru saja keluar dari medan pertempuran yang sengit. "Darah" merah dari tomat busuk tersebut justru menjadi simbol pembersihan diri dari segala hal negatif.

Pada akhirnya, kostum ksatria dalam Perang Tomat Cikareumbi bukan sekadar alat pelindung fisik dari perihnya pendaran buah tomat. Pakaian adat modifikasi ini merepresentasikan ketangguhan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Lembang dalam mengemas tradisi agraria menjadi atraksi budaya yang luar biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....