Syukur dan Ragam Budaya Suro di Cireundeu
- 04 Jul 2026 16:44 WIB
- Bandung
RRI.CO, Bandung : Masyarakat adat Kampung Adat Cireundeu di Leuwigajah, Kota Cimahi, bersiap menggelar upacara adat tahunan pada Sabtu 11 Juli 2026 mendatang. Perayaan yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali ini bertepatan dengan momen pergantian tahun baru Saka Sunda atau 1 Suro.
Bagi warga Cireundeu, ritual ini merupakan momentum sakral sekaligus ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta atas kelimpahan berkah, kedamaian, dan ketahanan hidup yang mereka nikmati sepanjang tahun.
Salah satu keunikan terbesar yang melatari rasa syukur masyarakat Cireundeu adalah prinsip ketahanan pangan mereka yang berbasis singkong, bukan beras. Selama lebih dari satu abad, warga kampung adat ini konsisten mengonsumsi rasi (beras singkong) sebagai makanan pokok mereka.
Melalui upacara adat ini, mereka menegaskan kembali filosofi hidup "Teu Boga Sawah Asal Boga Pare, Teu Boga Pare Asal Boga Kejo, Teu Boga Kejo Asal Bisa Nyatu" yang melambangkan kemandirian pangan sejati.
Perayaan tahun 2026 ini dipastikan berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai pertunjukan kesenian tradisional khas Sunda. Suasana kampung akan dihidupkan oleh gema seni gondang (permainan menumbuk lesung padi) yang rancak serta pertunjukan wayang golek yang sarat akan pesan moral dan filosofi leluhur.
Tidak ketinggalan, ragam tarian tradisional yang dibawakan oleh generasi muda setempat turut tampil memukau, memperlihatkan kuatnya regenerasi budaya di kampung adat ini. Selain menikmati sajian budaya, para pengunjung yang datang juga dapat memanjakan lidah dan berbelanja di area stan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Berbagai jenis produk lokal dipamerkan di sini, mulai dari kerajinan tangan khas hingga produk kuliner kreatif berbasis singkong. Wisatawan dapat mencicipi langsung keunikan dendeng singkong, egg roll, hingga berbagai kue kering yang semuanya diolah secara higienis oleh tangan-tangan kreatif warga Cireundeu sendiri.
Melalui penyelenggaraan upacara adat ini, Kampung Cireundeu tidak hanya sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga membuka ruang edukasi dan ekonomi bagi masyarakat luas. Keselarasan antara ritual spiritual, pelestarian seni, dan pemberdayaan ekonomi warga lokal membuat perayaan 11 Juli nanti menjadi peristiwa budaya yang sangat bermakna. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa memegang teguh adat leluhur mampu berjalan beriringan dengan kesejahteraan dan kemandirian di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....