Underconsumption Core: Hidup Sederhana, Tinggalkan Hidup Konsumtif
- 17 Jun 2026 10:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah maraknya konten haul, rekomendasi produk viral, dan tren belanja di media sosial, muncul fenomena baru yang ramai diperbincangkan Generasi Z di TikTok, yakni Underconsumption Core. Tren ini mengajak masyarakat untuk membeli barang sesuai kebutuhan, menggunakan barang hingga habis masa pakainya, serta mengurangi konsumsi berlebihan.
Fenomena tersebut mulai populer sejak 2024 melalui unggahan pengguna TikTok yang memperlihatkan pakaian yang telah dipakai selama bertahun-tahun, produk perawatan yang digunakan hingga habis, hingga barang-barang yang diperbaiki dan digunakan kembali daripada diganti dengan yang baru.
Peneliti lingkungan dan edukator keberlanjutan, Isaias Hernandez, pada Agustus 2024 menjelaskan bahwa praktik menggunakan kembali barang yang masih layak pakai sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, kebiasaan tersebut telah lama dilakukan masyarakat, namun kini kembali mendapat perhatian karena semakin banyak anak muda yang menyadari dampak konsumsi berlebihan terhadap lingkungan.
Hernandez menilai penggunaan barang secara berulang, memperbaiki barang yang rusak, serta mengurangi pembelian yang tidak diperlukan dapat membantu menekan jumlah limbah sekaligus mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Selain faktor lingkungan, kondisi ekonomi juga dinilai menjadi salah satu pendorong munculnya tren tersebut. Perencana keuangan Richard Carr pada September 2024 menjelaskan bahwa meningkatnya biaya hidup membuat banyak generasi muda mulai lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli barang dan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.
Berbeda dengan gaya hidup minimalis yang kerap dikaitkan dengan tampilan estetis tertentu, Underconsumption Core lebih menekankan pada fungsi dan pemanfaatan barang yang sudah dimiliki. Seseorang tidak dituntut memiliki barang tertentu, melainkan diajak untuk menggunakan barang secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Tren ini juga menjadi bentuk perlawanan terhadap budaya konsumtif yang selama ini berkembang di media sosial. Jika sebelumnya banyak pengguna berlomba-lomba membeli produk terbaru demi mengikuti tren, kini semakin banyak anak muda yang justru merasa bangga karena mampu menggunakan barang yang dimiliki dalam jangka waktu lebih lama.
Fenomena Underconsumption Core menunjukkan adanya perubahan pola pikir di kalangan Generasi Z. Selain membantu menghemat pengeluaran, tren ini juga dinilai dapat mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penulis: Raissa Mutiara Gayatri-RRI Bandung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....