Pesona Estetika Tari Payung Geulis Tasikmalaya

  • 25 Mei 2026 21:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya: Kota Tasikmalaya tidak hanya dikenal dengan kerajinan tangannya yang mendunia, tetapi juga memiliki warisan seni pertunjukan yang indah bernama Tari Payung. Tarian tradisional ini tumbuh dan berkembang seiring dengan kepopuleran Payung Geulis, ikon budaya kebanggaan masyarakat Tasikmalaya.

Menggunakan payung kertas warna-warni berhias motif geulis (cantik) sebagai properti utama, tarian ini merefleksikan perpaduan harmonis antara keterampilan kriya lokal dan ekspresi gerak tubuh yang estetis.

Secara filosofis, Tari Payung Tasikmalaya mengandung makna mendalam tentang perlindungan, kasih sayang, dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Sunda. Kostum yang dikenakan para penari turut memperkuat keindahan visual pertunjukan ini.

Penari wanita biasanya mengenakan kebaya tradisional Sunda dengan kain sinjang, lengkap dengan sanggul dan hiasan bunga yang mempertegas kesan geulis. Alunan musik gamelan berlaras salendro atau pelog yang mengiringi setiap ketukan langkah kaki, membuat tarian ini selalu berhasil memukau penonton dan membawa suasana pedesaan Priangan yang hangat sekaligus asri.

Di samping sebagai sarana hiburan, pertunjukan ini juga memegang peranan penting dalam penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya di Tasikmalaya. Melalui sinergi antara perajin Payung Geulis dan para pelaku seni tari, setiap pementasan secara tidak langsung mempromosikan produk lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Hal ini menciptakan ekosistem seni yang sehat, di mana kreativitas pembuat properti dan kemahiran sang penari saling mendukung untuk kesejahteraan bersama.Di era modern saat ini, Tari Payung Tasikmalaya terus diadaptasi dalam berbagai festival budaya, penyambutan tamu kehormatan, hingga ajang pariwisata internasional.

Upaya para seniman lokal dalam memodifikasi koreografi tanpa menghilangkan pakem aslinya menjadi bukti bahwa kesenian tradisional ini mampu bertahan melintasi zaman. Melestarikan tarian ini berarti menjaga marwah Payung Geulis tetap hidup, tidak hanya sebagai komoditas kerajinan, tetapi juga sebagai mahakarya seni pertunjukan yang sarat nilai luhur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....