Barongan Bekasi, Ondel-Ondel Unik Penjaga Tradisi Lokal
- 20 Mei 2026 12:10 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kesenian Barongan Bekasi memiliki akar sejarah dan wujud yang sangat unik, karena merujuk pada tradisi boneka raksasa khas Betawi atau yang kini lebih populer kita kenal sebagai ondel-ondel.
Di masa lalu, masyarakat Bekasi khususnya yang berada di wilayah perbatasan budaya Betawi dan Sunda menyebut boneka raksasa ini dengan nama "Barongan". Kehadirannya dalam setiap perayaan kampung bukan sekadar menjadi tontonan yang meriah, melainkan juga simbol kehadiran leluhur yang agung, ramah, sekaligus berwibawa di tengah-tengah masyarakat urban.
Sebagai ragam dari boneka raksasa khas Betawi, struktur fisik Barongan Bekasi dibuat menyerupai manusia dengan ukuran yang menjulang tinggi hingga mencapai dua setengah meter. Tubuhnya terbuat dari anyaman bambu ringan agar dapat dipikul oleh seorang penari dari dalam, sementara bagian kepalanya diukir dari kayu jati atau kapuk yang ringan.
Wajah barongan laki-laki biasanya dicat merah membara dengan kumis tebal untuk melambangkan keberanian, sedangkan barongan perempuan dicat putih atau kuning langsat untuk memancarkan kebaikan dan kesucian, lengkap dengan hiasan kembang kelapa di kepalanya.
Secara filosofis, keberadaan Barongan Bekasi yang merujuk pada tradisi boneka raksasa ini memegang fungsi ritual yang sangat sakral sebagai penolak bala (tulak bala). Pada zaman dahulu, suara musik pengiring dan perawakan Barongan yang besar dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat serta wabah penyakit yang melanda pemukiman warga.
Prosesi mengarak Barongan keliling kampung merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat agraris Bekasi untuk membersihkan desa, menjaga keselamatan warga, sekaligus memohon berkah kesuburan atas tanah dan hasil bumi mereka.
Seiring berjalannya waktu, fungsi Barongan Bekasi bergeser dari ritual magis menjadi seni pertunjukan rakyat yang sarat akan nilai hiburan dan sosial. Ketika sepasang Barongan ini mulai berjoget dengan gerakan khas yang jenaka mengikuti iringan musik tanjidor, kendang, atau gamelan topeng, suasana hangat langsung tercipta.
Anak-anak hingga orang dewasa akan berkumpul menjalin silaturahmi tanpa sekat. Di tengah pesatnya pembangunan pabrik dan modernisasi kota Bekasi, pertunjukan boneka raksasa ini menjadi oase yang merekatkan kembali ikatan kekeluargaan antarwarga.
Kini, menjaga denyut nadi kesenian Barongan Bekasi yang berkarakter ondel-ondel ini menjadi tantangan besar bagi para seniman dan generasi muda setempat. Diperlukan perhatian khusus agar istilah dan bentuk asli "Barongan" khas Bekasi ini tidak tenggelam sepenuhnya oleh penyebaran nama ondel-ondel modern yang bersifat komersial di jalanan.
Melalui festival budaya, pelestarian di sanggar-sanggar lokal, dan kebanggaan masyarakat untuk terus menanggapnya dalam acara khitanan atau pernikahan, Barongan Bekasi diharapkan tetap tegak berdiri menjaga identitas asli tanah kelahiran mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....