Keberadaan Suling Sunda dalam Kesenian Sunda

  • 18 Mei 2026 14:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Suling Sunda memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, sesuai dengan keperluan untuk mengiringi berbagai seni traisi Sunda. Instrumen ini merupakan bagian penting dalam berbagai tradisi musik yang bisa ditemukan di Indonesia bahkan di negara lain.

Dikutip dari Jurnal Paraguna Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dalam judul Jenis dan Aplikasi Suling Sunda dalam Karawitan, yang ditulis oleh Fajar Hidayatulloh, menjelaskan bahwa ada beberapa jenis Suling yang ada dalam tradisi Sunda. Diantaranya ada Suling Panjang, Suling Pendek atau Suling Degung, Suling Mandalung, Suling Wisaya, Suling Gebos, Suling Okaf, dan Suling Cirebonan.

Inovasi berbagai jenis suling dan penambahan lubang nada pada organologi suling telah memberikan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan dari perkembangan ini adalah dengan adanya berbagai jenis suling, suling menjadi lebih fleksibel dalam menghasilkan beragam nada, laras dan Surupan sehingga suling dapat digunakan untuk mengiringi berbagai jenis sajian lagu atau kesenian pada karawitan sunda dan memberikan lebih banyak ekspresi musikal kepada pemainnya dengan suara khas yang dihasilkan dari setiap suling.

Suling terbuat dari berbagai bahan bambu, seperti bambu Tamiang dan Telang. Seiring berjalannya waktu, Suling dengan bahan modern seperti logam jenis perak dan nikel pun sudah mulai bisa ditemukan dalam kesenian tradisi Sunda.

Bahan-bahan ini dipilih karena memengaruhi resonansi dan warna suara yang dihasilkan. suling dikenal memiliki karakter suara yang lembut dan menenangkan, bahkan alunan suara yang dihasilkan dari tiupan pemainnya bisa menyentuh hati yang mendengarkannya.

Dalam perkembangannya, suling Sunda tidak hanya digunakan dalam musik tradisional, tetapi juga mulai merambah ke berbagai genre musik modern. Banyak musisi dan komposer yang memasukkan suara suling dalam komposisi musik kontemporer, seperti jazz, pop, bahkan musik elektronik.

Melalui pendidikan seni, festival budaya, maupun media digital, cara memperkenalkan alat musik ini diharapkan dapat terus hidup dan menjadi warisan budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Indonesia. Keberadaan suling juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan budaya tradisional di tengah arus globalisasi yang terus menggerus identitas lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....