Nenjrag Bumi: Tradisi Sunda Menyambut Bayi dengan Sentuhan Alam
- 30 Apr 2026 18:58 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bayangkan seorang bayi yang baru lahir, masih mungil dan penuh kehangatan, diperkenalkan pada dunia melalui sebuah ritual bernama Nenjrag Bumi. Meski terdengar dramatis, tradisi ini bukanlah sesuatu yang keras atau menakutkan, melainkan warisan budaya Sunda yang sarat makna dan nilai filosofis.
Nenjrag Bumi merupakan bagian dari rangkaian upacara adat pasca kelahiran yang bertujuan memperkenalkan bayi kepada alam semesta. Ritual ini menjadi simbol awal perjalanan hidup seorang manusia, sekaligus penanda bahwa ia kini menjadi bagian dari kehidupan di bumi.
Dikutip dari laman Asumsi, Dalam praktiknya, tradisi ini biasanya dilakukan beberapa waktu setelah bayi lahir dengan melibatkan keluarga besar dan tokoh adat.
Suasana yang tercipta penuh kehangatan dan harapan, karena kelahiran bayi dipandang bukan hanya sebagai peristiwa biologis, tetapi juga peristiwa spiritual yang membawa makna mendalam.
Salah satu tahapan penting dalam Nenjrag Bumi adalah meletakkan bayi di atas pelupuh, yaitu alas yang terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun rapi.
Pemilihan bambu bukan tanpa alasan, karena dalam berbagai tradisi Nusantara, bambu melambangkan kekuatan, kelenturan, serta kesederhanaan dalam menjalani kehidupan.
Momen ketika bayi diletakkan di atas pelupuh memiliki arti simbolis sebagai perkenalan pertama dengan dunia luar. Dari yang sebelumnya berada dalam dekapan ibunya, bayi mulai “bersentuhan” dengan bumi sebagai tempat ia akan tumbuh dan berkembang.
Di balik kesederhanaannya, Nenjrag Bumi mengandung pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Tradisi ini mengajarkan bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan berdampingan dengan alam yang menjadi sumber kehidupan dan harus dijaga keberlangsungannya.
Pelaksanaan ritual ini umumnya disertai doa-doa dan harapan dari keluarga agar bayi tumbuh sehat, kuat, serta menjadi pribadi yang bermanfaat. Nasihat dari para sesepuh juga kerap disampaikan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup, termasuk hubungan dengan lingkungan.
Selain sebagai ritual adat, Nenjrag Bumi juga menjadi momen kebersamaan bagi keluarga besar. Kehadiran bayi disambut dengan penuh cinta, menciptakan suasana haru sekaligus kebahagiaan yang mempererat ikatan antaranggota keluarga.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi seperti Nenjrag Bumi tetap memiliki relevansi. Nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap alam yang terkandung di dalamnya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya.
Pada akhirnya, Nenjrag Bumi bukan sekadar ritual, melainkan simbol lembut penyambutan kehidupan baru. Tradisi ini mencerminkan cara masyarakat Sunda menghargai kelahiran sebagai awal perjalanan panjang seorang manusia di dunia, dengan makna yang seluas alam itu sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....