Tembang Sunda Cianjuran antara Viral atau Benar

  • 13 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ditengah aktivitas yang membuat kita sibuk dengan pekerjaan, kondisi jaman berubah begitu cepat.Hal ini mengakibatkan perlu adanya sebuah ruang untuk berekspresi dan mengungkapkan perasaan melalui seni pertunjukan.

Jenis kesenian Sunda yang begitu beragam adalah satu kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Sunda, salah satunya adalah tembang Sunda Cianjuran. Perkembangan zaman dan canggihnya teknologi mengharuskan masyarakat saat ini khususnya aktivis tembang Sunda Cianjuran memanfaatkan sosial media untuk mempertahankan dan memperkenalkan kesenian tersebut.

Tidak mudah memang, tetapi dengan adanya generasi muda saat ini yang mencintai tembang Sunda Cianjuran banyak yang mampu berusaha mempublikasikannya melalui media sosial. “Tantangan sekarang dengan adanya media sosial adalah terlimitasi oleh durasi karena jika vidio yang di upload di media sosial itu jika ingin viral tidak boleh lebih dari satu menit,"ucap Arif Budiman, M.Sn dosen vokal tembang Sunda Cianjuran ISBI Bandung kepada RRI Senin 13 April 2026.

Arif menjelaskan bahwa untuk menikmati Tembang Sunda Cianjuran tidak bisa dirasakan dalam waktu yang sebentar karena informasinya menjadi tidak utuh. “Dalam konteks nembang diruang digital tidak akan seperti dalam pergelaran khusus, yang bukan hanya sekedar nembang tapi harus menyampaikan lagu-lagu dengan benar hasil belajar dari guru vokal tembang Sunda Cianjuran yang ahli dibidangnya”, lanjut Arif.

Keresahan saat ini adalah viral di media sosial tidak menjamin lagu-lagu dalam tembang Sunda Cianjuran tersebut benar dan tepat. “Takutnya generasi saat ini hanya puas dengan viral di media sosial dalam menyanyikan lagu tembang Sunda Cianjuran, tidak peduli dengan benar atau salahnya lagu yang dibawakan tanpa melalui proses belajar dulu yang serius,"ucap dia.

Dampak dari hal tersebut adalah masyarakat akan meniru lagu yang viral tersebut karena dianggap lagunya sudah benar. “Menjadi seorang panembang Cianjuran tidak boleh merasa puas hanya dengan cukup tahu, hafal lagunya, dan viral di media sosial, tanpa adanya proses belajar yang serius," lanjut Arif.

Saat ini masih ada yang beranggapan konten lagu-lagu yang dihadirkan dalam media sosial ukurannya adalah viral, tanpa mempedulikan benar atau salahnya. “Ini menjadi tugas para Seniman atau panembang Cianjuran yang sudah mempelajari dengan serius baik melalui lembaga formal atau belajar langsung kepada ahlinya, yang sudah menjadi juara dalam pasanggiri atau lomba, harus memberikan edukasi berupa membuat konten-konten lagu-lagu yang benar, agar menjadi pembanding bagi masyarakat yang ingin belajar vokal Tembang Sunda Cianjuran yang baik dan benar melalui media sosial,"pungkas Arif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....