Tradisi Rasi Jadi Kunci Ketahanan Pangan Warga Cireundeu

  • 06 Apr 2026 11:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung: Ditengah ancaman krisis pangan, satu kampung tetap bertahan. Warga kampung adat Cireundeu punya cara yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan makan. Kampung adat tersebut dikenal dengan tradisi pangan yang unik,masyarakatnya tidak mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

Sejak tahun 1918, warga mulai mengkonsumsi Rasi. Rasi merupakan olahan yang terbuat dari singkong pengganti nasi sehari-hari. Pilihan ini bukan tanpa alasan, masyarakat ingin hidup mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Singkong mudah ditanam dilingkungan sekitar. Tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi cuaca. Hal ini membuat ketersediaan pangan tetap terjaga. Masyarakat tidak bergantung kepada pasokan beras dari luar. Rasi menjadi simbol ketahanan pangan lokal,tradisi ini untuk terus dijaga hingga saat ini.

Nilai tersebut diwariskan secara turun temurun. Sejak dini anak – anak disana belajar tentang pola makan mandiri. Sebuah petuah terpanjang di jawasan kamping Adat. Pesan tersebut menekankan pentingnya bertahan dalam keterbatasan.

Petuah itu mengajarkan kita tidak harus memiliki sawah,yang penting masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan makan. Ditengah isu krisis pangan, Cireundeu memberi contoh yang nyata kemandiian pangan dapat dimulai dari lingkungan sendiri.

Masyarakat tetap terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tradisi Rasi tidak ditinggalkan.Sampai saat ini kampung adat Cireundeu masih bisa bertahan dan akan terus bertahan meski isu krisis pangan selalu datang,Cireundeu akan tetap makmur tanpa kekurangan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....