Tradisi Angpau Lebaran antara Kebahagiaan dan Tanggung Jawab
- 19 Mar 2026 15:52 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di berbagai daerah, tradisi angpau telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Anak-anak hingga remaja biasanya menjadi pihak yang paling antusias menanti momen ini.
Bahkan, tidak sedikit yang sudah menantikan kunjungan ke rumah sanak saudara sebagai bagian dari “berburu” angpau. Kebiasaan ini bukan sekadar memberi amplop berisi uang, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang serta bentuk berbagi rezeki kepada keluarga, terutama anak-anak.
Namun, seiring bertambahnya usia, peran dalam tradisi ini pun berubah. Dari yang semula menerima, kini mulai bergeser menjadi pemberi. Hal inilah yang dirasakan oleh Mayang Futri Ariani seorang karyawan Bank Swasta yang mengaku selalu menantikan momen tersebut sejak kecil.
“Setiap Lebaran, selain kumpul keluarga, yang paling ditunggu itu momen dapat angpau. Dari kecil sampai sekarang, rasanya tetap menyenangkan,” ujarnya.
| Baca juga: Tradisi Ngapungkeun Balon di Panawuan Garut |
Kini, ia mulai merasakan sisi lain dari tradisi tersebut, yakni kewajiban untuk ikut berbagi kepada yang lebih muda.
“Sekarang sudah mulai kerja juga, jadi punya tanggung jawab buat ngasih angpau. Walaupun harus keluar uang, tapi ada kepuasan sendiri bisa berbagi dengan adik-adik atau keponakan,” tambahnya.
Menurut Fitra, tradisi ini bukan hanya soal nilai uang, melainkan tentang kebahagiaan sederhana yang terus terjaga dari generasi ke generasi. Memberi dan menerima angpau menjadi simbol kehangatan keluarga yang sulit tergantikan.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap bertahan sebagai bagian dari budaya Idul Fitri yang penuh makna, menghadirkan kebahagiaan sekaligus mengajarkan arti berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....