Logat Itu Bukan Salah Ucap, tapi Warisan Budaya.

  • 28 Feb 2026 13:03 WIB
  •  Bandung
RRI.CO.ID,Bandung-Indonesia merupakan rumah bagi ratusan bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Meskipun bahasa Indonesia menjadi pemersatu, cara kita mengucapkannya sering kali membawa jejak sejarah dari kampung halaman.

Logat bukanlah sebuah kesalahan dalam berkomunikasi, melainkan sejarah yang ikut berbicara melalui suara. Di Jawa Barat, masyarakat suku Sunda secara alami sering melafalkan huruf "f" atau "v" menjadi "p".

Kata "foto" sering berubah menjadi "poto" dan kata "fitnah" terdengar seperti "pitnah" saat diucapkan. Hal ini berakar dari sistem bunyi bahasa Sunda lama yang memang tidak mengenal fonem "f" maupun "v".


Bergeser ke Sumatera Selatan, dialek Melayu Palembang memiliki ciri khas pada huruf "r" yang dilafalkan sangat tebal. Pengucapan kata seperti "RRI" akan terdengar dengan getaran kuat yang menunjukkan musikalitas unik dari dialek tersebut.

Di Kalimantan Selatan, masyarakat suku Banjar memiliki kecenderungan mengubah vokal "o" menjadi terdengar seperti "u". Contohnya, kata "jodoh" sering diucapkan menjadi "juduh" karena adanya perbedaan sistem vokal dalam bahasa ibu mereka.

Fenomena unik juga terjadi di Sulawesi Selatan di mana kata yang berakhiran "n" sering kali berubah bunyinya menjadi "ng". Struktur bahasa Makassar yang tidak mengenal konsonan akhir tertentu menyebabkan terjadinya penyesuaian alami saat mereka berbahasa Indonesia.

Logat adalah identitas sosial yang menunjukkan asal-usul serta budaya yang melekat erat dalam diri seseorang. Keberagaman ini membuktikan bahwa kita memiliki satu bahasa persatuan, namun tetap kaya dengan ratusan warna suara.

Penulis : Soleman Yusuf

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....