Gatrik, Permainan 90an yang Lenyap Termakan Digital

  • 26 Feb 2026 14:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sejarah gatrik menjadi bagian dari kekayaan permainan tradisional yang tumbuh di tengah masyarakat Nusantara. Permainan ini dikenal sederhana namun sarat nilai kebersamaan dan ketangkasan.

Dilansir dari wikipedia.com, Kamis 26 februari 2026, gatrik dimainkan menggunakan dua batang kayu atau bambu dengan ukuran berbeda. Satu kayu pendek diletakkan di atas tanah, lalu dipukul menggunakan kayu yang lebih panjang agar melambung ke udara.

Permainan ini telah dikenal sejak lama di berbagai daerah di Indonesia dengan sebutan berbeda. Di beberapa wilayah, gatrik juga disebut tak kadal atau benthik.

Pada masa lalu, gatrik menjadi hiburan favorit anak-anak selepas sekolah atau saat sore hari. Permainan ini tidak memerlukan biaya sehingga mudah dimainkan di lapangan terbuka.



Selain melatih ketangkasan, gatrik juga menumbuhkan sportivitas dan kerja sama tim. Aturan mainnya sederhana, namun tetap menantang bagi para pemainnya.

Perkembangan teknologi dan hadirnya permainan digital membuat popularitas gatrik semakin berkurang. Banyak anak-anak kini lebih memilih bermain gim di perangkat elektronik.

Meski demikian, sejumlah komunitas budaya berupaya menghidupkan kembali permainan tradisional ini. Festival kaulinan barudak dan kegiatan sekolah sering memasukkan gatrik sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Sejarah gatrik mencerminkan kreativitas masyarakat dalam menciptakan hiburan dari bahan sederhana. Pelestarian permainan ini dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal akar budaya bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....