SMAN 3 Bandung Lestarikan Siraman dan Ngeuyeuk Seureuh

  • 14 Feb 2026 23:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tradisi ngeuyeuk sereuh dijadikan materi praktik pembelajaran di SMA Negeri 3 Bandung, sebagai upaya pelestarian budaya Sunda di kalangan pelajar.

Guru Bahasa Sunda SMA Negeri 3 Bandung, Agung Hadiyat, mengatakan penerapan tradisi pranikah tersebut menjadi bagian dari pembelajaran drama berbasis tradisi bagi siswa kelas XII.

“Metode ini menggantikan praktik drama konvensional yang sebelumnya digunakan sebagai ujian akhir,” ujar Agung, Sabtu 14 Februari 2026.

Menurut Agung, sejak 2019 sekolah mengembangkan pembelajaran drama yang bersumber dari praktik budaya di masyarakat. Setelah melakukan evaluasi, sekolah memilih ngeuyeuk seureuh karena dinilai mulai jarang dilakukan, berbeda dengan prosesi adat pernikahan yang masih umum dijumpai.

“Dalam proses pembelajaran, siswa terlebih dahulu menelusuri referensi, menganalisis makna tradisi, menyusun karya tulis, kemudian mempraktikkan prosesi adat tersebut. Setiap kelas dapat menampilkan interpretasi berbeda sesuai hasil kajian mereka,” katanya.

Agung menegaskan pembelajaran ini menanamkan nilai-nilai kasundaan, seperti gotong royong serta prinsip silih asah, silih asih, silih asuh.

“Nilai karakter lain yang ditekankan meliputi cageur, bageur, bener, pinter, singer, dan parigel,” ucapnya.

Tradisi ngeuyeuk seureuh mulai diterapkan di SMAN 3 Bandung sejak tiga tahun terakhir, menggantikan praktik upacara adat pernikahan yang sebelumnya digunakan sebagai materi pembelajaran.

Ia berharap siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga merasa memiliki budaya Sunda serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....