Memaknai Kue Keranjang, Harapan Kebaikan jelang Imlek

  • 12 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kue keranjang atau dodol keranjang menjadi salah satu ciri khas dalam perayaan Imlek 2026 yang diperingati pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang. Berbeda dengan kue lainnya, kue ini termasuk ke dalam kue musiman yang produksinya hanya dilakukan jelang perayaan Imlek.

Kue keranjang sendiri yang memiliki bentuk bulat dan rasa manis ini punya filosofi sebagai simbol harapan akan kebahagiaan dan hal-hal baik di tahun yang baru. Rasa manis kue keranjang sendiri berasal dari gula dan beras ketan yang merupakan bahan dasarnya.

Kue keranjang dalam tradisi Tionghoa dikenal dengan nama nian gao. Makna nama itu sendiri berkaitan dengan permainan kata dalam bahasa Mandarin: nian gao hampir sama pengucapannya dengan nian nian gao (年年高), yang berarti “semakin tinggi setiap tahun”, sehingga kue ini dipandang sebagai simbol harapan akan kemajuan, keberuntungan, dan kesejahteraan di tahun baru.

Secara filosofis, kue keranjang mencerminkan nilai kekeluargaan dan kesinambungan tradisi; teksturnya yang lengket kerap ditafsirkan sebagai simbol persatuan keluarga dan keterikatan antar generasi. Dalam beberapa legenda, kue ini juga dipersembahkan kepada dewa atau leluhur sebagai doa agar membawa keberuntungan bagi rumah tangga.

Sheilla (26) mengatakan membeli kue keranjang jelang perayaan Imlek untuk membagikannya ke saudara-saudaranya. Menurutnya dengan memberikan kue tersebut ia juga sekaligus mengharapkan hal-hal baik kepada para kerabatnya.

“Beli kue keranjang untuk dibagikan ke saudara dan teman dekat jelang Imlek nanti, setahu saya filosofi kue ini dengan rasa manisnya adalah untuk berbagi kebahagiaan, juga untuk harapan hal-hal yang baik di tahun yang baru,” katanya, Kamis 12 Februari 2026.

Sementara itu, pemilik Toko Asli Tek Kie yang memproduksi dan menjajakan kue keranjang, Vincent (35), mengatakan di hari biasa tokonya memang tak memproduksi kue tersebut. Namun satu bulan menjelang Imlek pabrik miliknya di belakang toko gencar melakukan produksi dalam jumlah besar

“Hari biasa kami tidak produksi, tapi sebulan menjelang Imlek biasanya kami mulai produksi, jumlah produksinya meningkat mendekati Imlek, apalagi satu minggu sebelum biasanya lagi tinggi-tingginya, bisa sampai satu ton itu sekitar 2000 setiap hari,” kata Vincent, Selasa 10 Februari 2026 lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....