'Endog Jabar Go Global', Penguatan Peternak Telur Ayam Dorong Pertumbuhan Ekonomi

  • 29 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat ekosistem Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) 2026 melalui sektor peternakan ayam petelur. Inisiatif bertajuk “Endog Jabar Go Global: Ti Lembur ka Global, Ngawangun Ekonomi Jabar” ini disiapkan untuk mendongkrak pendapatan peternak sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman menjelaskan, program yang melibat partisipasi 4.665 peternak di 21 sentra peternakan ini menerapkan skema ekosistem tertutup (closed loop) dari hulu hingga hilir. Pendekatan terintegrasi tersebut dirancang agar bantuan tidak berhenti pada penyaluran kredit semata, melainkan memberikan dampak riil bagi kesejahteraan peternak.

"Sesuai amanat UU P2SK, kami membangun ekosistem kebijakan terpadu guna memberikan nilai tambah. Dari hitungan kami, peternak dengan populasi 2.000 ekor ayam dapat memperoleh pendapatan bersih hingga Rp34,88 juta per bulan," ungkap Darwisman, Selasa 29 September 2026.

Selain mendongkrak pendapatan peternak, implementasi program PED 2026 ini membawa empat dampak strategis bagi perekonomian Jawa Barat dan nasional:

  1. Peningkatan Produksi Nasional: Mengoptimalkan kapasitas produksi telur lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
  2. Efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Menghemat anggaran pemerintah hingga Rp4,23 triliun per tahun di Jawa Barat melalui kerja sama pasokan langsung dari peternak ke SPPG, sehingga harga telur lebih murah 10 hingga 15 persen dibanding harga pasar.
  3. Penyaluran KUR Tanpa Agunan: Membuka potensi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari perbankan sebesar Rp456,5 miliar tanpa persyaratan agunan tambahan.
  4. Ekspansi Pasar Ekspor: Mendorong penetrasi komoditas telur tetas (fertilized egg) ke pasar internasional.

Ekspansi hilirisasi komoditas ini terbukti ampuh menembus pasar global. Sepanjang semester I-2026, nilai ekspor telur tetas Jawa Barat mencatatkan lonjakan signifikan hingga 513 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Nilai ekspor telur tetas kita pada semester satu tahun ini mencapai 550,23 ribu Dolar AS dengan negara tujuan Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia," pungkas Darwisman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....