WNA Bule Mulai Rasakan Kenyamanan Mobilitas Kereta Api

  • 05 Sep 2026 15:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peningkatan perjalanan wisatawan mancanegara menggunakan kereta api terlihat pada periode pertengahan tahun. Juli 2026 menjadi bulan dengan volume tertinggi mencapai 96.940 wisatawan mancanegara, disusul Agustus sebanyak 92.418 pelanggan dan Juni sebanyak 67.290 pelanggan.

"Tren tersebut sejalan dengan perkembangan perjalanan wisata di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai 9,09 juta kunjungan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya aktivitas perjalanan internasional menuju Indonesia serta kebutuhan terhadap konektivitas antardaerah," ungkap VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada RRI, Sabtu 5 September 2026.

Anne menambahkan bahwa kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung rantai perjalanan wisata, karena banyak destinasi unggulan Indonesia berada di wilayah yang terhubung oleh jaringan kereta api. “Pertumbuhan wisatawan mancanegara menjadi peluang bagi seluruh ekosistem transportasi untuk menghadirkan perjalanan yang semakin terintegrasi. KAI terus memperkuat layanan agar kereta api dapat menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam mengenal lebih banyak destinasi Indonesia,” kata Anne.

Melalui jaringan perjalanan yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa dan sejumlah wilayah lainnya, KAI terus memperkuat peran kereta api sebagai penghubung mobilitas masyarakat dan wisatawan. Pertumbuhan pelanggan wisatawan mancanegara menjadi salah satu indikator bahwa layanan kereta api semakin memiliki posisi penting dalam mendukung konektivitas pariwisata nasional.

Selain itu, pengembangan sisi Kendal dilakukan melalui penambahan eskalator akses, kanopi selasar, serta penataan koridor pejalan kaki. Penataan area pedestrian dan akses kendaraan lanjutan juga dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas pelanggan serta mengurangi kepadatan aktivitas di sekitar Stasiun Karet.

Setelah pengembangan dilakukan, Stasiun Karet memiliki peran sebagai akses pelanggan menuju perjalanan KRL di Sudirman Baru. Sementara itu, konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru diperkuat melalui fasilitas penghubung yang mendukung kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Commuter Line.

Integrasi Stasiun Karet–Sudirman Baru juga menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan transportasi rel perkotaan. Stasiun Karet mulai beroperasi pada 1922 dan menjadi bagian dari perkembangan KRL perkotaan. Selanjutnya, Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta api pada 2017–2018 dan memasuki tahap integrasi kawasan pada 2026.

Anne menambahkan, pengembangan fasilitas stasiun menjadi bagian dari langkah KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang. “Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....