SBM ITB Hadirkan Forum Strategis, Bahas Masa Depan Ekonomi di Era Disrupsi

  • 16 Agt 2026 18:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) akan mempertemukan pelaku industri, pembuat kebijakan, akademisi, dan peneliti dalam SBM ITB Industrial Summit 2026 dan International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) ke-10.

Forum tersebut akan berlangsung pada 19–20 Agustus 2026 di AYANA Midplaza Jakarta dengan mengangkat tema besar “The Wealth of Nations at 250”. Momentum ini merujuk pada 250 tahun penerbitan karya ekonomi klasik Adam Smith, The Wealth of Nations.

SBM ITB menjadikan momentum tersebut sebagai titik masuk untuk membahas kembali persoalan mengenai sumber kemakmuran suatu bangsa di tengah perubahan ekonomi global. Sejumlah isu yang akan menjadi perhatian antara lain ketidakpastian geopolitik, perkembangan teknologi, perubahan pola perdagangan, volatilitas sektor keuangan, serta tuntutan terhadap model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Ketua SBM ITB Industrial Summit dan ICMEM 2026, Jagat Prirayani, mengatakan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan perspektif akademik dengan persoalan yang dihadapi dunia usaha dan pemerintah.

“Kami ingin Summit ini menjadi ruang di mana akademisi tidak hanya berbicara tentang industri, dan industri tidak hanya berbicara tentang persoalannya sendiri. Kami ingin keduanya duduk di meja yang sama, saling menguji pandangan, dan membangun pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai transformasi yang sedang terjadi di sekitar kita,” kata Jagat, Sabtu 15 Agustus 2026.

Menurut dia, pertanyaan mengenai kemakmuran yang dibahas Adam Smith 250 tahun lalu masih relevan, meski konteks ekonomi saat ini telah berubah secara signifikan.

“Namun hari ini kita harus menjawab pertanyaan tersebut dalam dunia yang dibentuk oleh transformasi digital, ketidakpastian geopolitik, keterhubungan sektor keuangan, tantangan keberlanjutan, dan bentuk-bentuk persaingan yang sama sekali baru,” ujarnya.

Industrial Summit 2026 akan membahas sejumlah persoalan strategis yang dihadapi perusahaan dan institusi publik, mulai dari mempertahankan daya saing di tengah ketidakpastian global, pembiayaan transformasi ekonomi, inovasi, ketahanan sektor keuangan, hingga pengembangan model bisnis berkelanjutan.

Forum tersebut tidak hanya menggunakan format presentasi, tetapi juga mendorong dialog antara pelaku industri dan akademisi. Dengan pendekatan tersebut, riset diharapkan dapat lebih dekat dengan kebutuhan pengambilan keputusan di dunia usaha maupun pemerintahan.

Bersamaan dengan Industrial Summit, SBM ITB juga menggelar ICMEM 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-10. Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Reimagining Global Markets: Embracing Humanities for Sustainable Business”.

ICMEM menjadi forum bagi peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan temuan, bertukar gagasan, serta membahas perkembangan ilmu manajemen dalam menghadapi perubahan di negara-negara emerging market.

Penyelenggaraan Industrial Summit dan ICMEM secara bersamaan diharapkan mempertemukan riset akademik dengan kebutuhan industri. Sebaliknya, persoalan yang berkembang di dunia usaha dapat menjadi sumber pertanyaan dan agenda penelitian baru.

Indonesia menjadi salah satu konteks penting dalam diskusi tersebut. Sebagai salah satu ekonomi berkembang utama, Indonesia tengah mendorong penguatan industri, transformasi digital, transisi energi, pembangunan infrastruktur, serta integrasi ke dalam rantai nilai global.

Di sisi lain, proses tersebut menghadirkan sejumlah tantangan, seperti menjaga daya saing industri di tengah fragmentasi geopolitik, merespons perkembangan teknologi, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta menjadikan agenda keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.

SBM ITB menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Forum dua hari itu juga diharapkan dapat memperluas jejaring antara akademisi, eksekutif, pembuat kebijakan, mahasiswa, dan peneliti muda.

Selain mengikuti diskusi, peserta dari berbagai latar belakang dapat bertukar pengalaman dan membangun koneksi yang berpotensi mendorong kolaborasi baru di bidang riset maupun industri.

SBM ITB juga membuka kesempatan bagi media untuk meliput kegiatan, melakukan wawancara dengan pembicara maupun akademisi, serta mengembangkan liputan terkait isu bisnis, ekonomi, keuangan, industri, inovasi, keberlanjutan, dan kebijakan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....