Perketat Keamanan Lingkungan Kereta Api Demi Kenyamanan Bersama
- 06 Agt 2026 15:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat keamanan dan kerahasiaan data pelanggan seiring semakin luasnya penggunaan layanan perjalanan berbasis digital. Penguatan tersebut mencakup kebijakan pelindungan data, pengamanan sistem, pengendalian akses, penanganan insiden siber, serta pemberian informasi yang jelas kepada pelanggan mengenai penggunaan datanya.
Penggunaan Face Recognition bersifat pilihan. Pelanggan yang memilih layanan tersebut harus memberikan persetujuan ketika melakukan registrasi melalui Access by KAI, mesin Check-in Counter di stasiun, atau petugas Customer Service.
“Persetujuan pelanggan menjadi bagian penting dalam layanan Face Recognition. Pelanggan tetap dapat menggunakan mekanisme boarding lain yang tersedia apabila tidak mendaftarkan data wajahnya,” kata Anne Purba selaku Vice President Corporate Communication kepada RRI, Kamis 6 Augustus 2026.
Data yang digunakan untuk Face Recognition meliputi nama, Nomor Induk Kependudukan, dan foto wajah. Laporan Keberlanjutan 2025 menjelaskan bahwa data tersebut disimpan dalam infrastruktur sistem KAI dan digunakan khusus untuk operasional Face Recognition Boarding Gate.
Data registrasi Face Recognition disimpan selama satu tahun dan dihapus secara otomatis setelah masa penyimpanan berakhir. Pelanggan juga dapat mengajukan penghapusan data lebih awal melalui Access by KAI atau dengan menyampaikan permohonan kepada petugas Customer Service di stasiun.
Perluasan layanan digital juga terlihat dari penggunaan Access by KAI. Hingga 30 Juni 2026, aplikasi tersebut memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar, dengan 9.058.935 pengguna aktif dan jumlah unduhan kumulatif mencapai 41.011.320 kali. Sepanjang Semester I 2026, Access by KAI melayani 17.009.374 transaksi tiket KA Utama dan KA Lokal. Jumlah tersebut setara dengan 76,34 persen dari keseluruhan transaksi melalui kanal penjualan kedua layanan tersebut.
Dari sisi volume pelanggan, sebanyak 24.544.468 pelanggan KA Utama dan KA Lokal memperoleh tiket melalui Access by KAI. Itu pada periode Januari–Juni 2026. Jumlah itu setara dengan 73,68 persen dari volume pelanggan melalui seluruh kanal penjualan kedua layanan.
Menurut Anne, besarnya penggunaan aplikasi menunjukkan bahwa layanan digital telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pelanggan. Access by KAI saat ini digunakan untuk memperoleh informasi jadwal, membeli dan membatalkan tiket, mengubah jadwal perjalanan, mengakses e-boarding pass, mendaftarkan Face Recognition, serta menggunakan berbagai layanan pendukung dalam ekosistem KAI Group.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....