Integrasi Stasiun Kereta Api Karet akan Segera Aktif
- 11 Jul 2026 20:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dapat mulai beroperasi pada 28 September 2026. Integrasi ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan KRL Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, rencana tersebut disiapkan dengan prinsip kehati-hatian. Itu karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian banyak pelanggan dan masyarakat sekitar.
“Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman. KAI juga memahami bahwa kawasan ini hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap, dan tetap mendengar masukan,” ujar Bobby kepada RRI, Sabtu 11 Juli 2026.
| Baca juga: Antisipasi Laka KA,PT KAI Serahkan Aset JPL |
Dalam rencana integrasi tersebut, area Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung. Yaitu menuju Stasiun BNI City.
KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara agar perpindahan pelanggan menuju BNI City dapat dilakukan lebih nyaman. Aktivitas gate-in dan gate-out pelanggan nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City, sementara kawasan Karet tetap disiapkan sebagai akses pendukung yang tertata.
Bobby menjelaskan, integrasi ini didorong oleh kebutuhan keselamatan dan pelayanan. Jarak Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City yang sangat berdekatan memengaruhi pola operasi perjalanan kereta api.
Selain itu, aktivitas naik turun, pengantaran, dan penjemputan pelanggan di sekitar Stasiun Karet perlu ditata agar lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar. Informasi lebih lanjut terkait stasiun Karet dapat diakses melalui Tim PT. KAI.
“Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya,” kata Bobby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....