PT.KAI: Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru

  • 02 Jul 2026 19:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh sarana diesel siap menerapkan biodiesel B50. Kesiapan tersebut mencakup lokomotif dan kereta pembangkit yang menjadi bagian penting dalam operasional perjalanan kereta api berbasis diesel.

Kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada hari Rabu, 1 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan penerapan B50 disertai masa transisi selama tiga bulan sebagai ruang penyesuaian di lapangan, termasuk pengelolaan stok lama dan proses menuju penggunaan B50 secara penuh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi nabati berbasis sumber daya dalam negeri. Dukungan tersebut dilakukan melalui kesiapan sarana, uji terap teknis, serta penguatan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

“KAI mendukung mandatori biodiesel B50 yang diberlakukan pemerintah mulai hari ini, 1 Juli 2026. Dari sisi sarana, seluruh lokomotif dan sarana diesel KAI telah siap menerapkan B50 setelah melalui uji terap teknis serta penguatan aspek keselamatan operasional,” ujar Anne, Rabu 1 Juli 2026.

Anne menjelaskan, kesiapan tersebut diperkuat melalui uji terap bersama Kementerian ESDM pada sarana perkeretaapian berbasis diesel. Pengujian dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 sesuai dengan karakteristik operasi kereta api, baik pada lokomotif maupun kereta pembangkit.

Pada lokomotif, pengujian diarahkan untuk melihat respons engine saat menggunakan B50 dalam pola operasi perjalanan kereta api. Pemantauan dilakukan terhadap performa mesin, stabilitas pembakaran, konsumsi bahan bakar, serta kondisi komponen utama agar sarana tetap andal saat melayani perjalanan pelanggan.

Sementara pada kereta pembangkit, pengujian dilakukan melalui pemeriksaan performa genset, konsumsi bahan bakar, emisi, kondisi filter, serta ketahanan operasi. Tahapan tersebut penting karena kereta pembangkit berperan menjaga pasokan listrik untuk mendukung kenyamanan pelanggan selama perjalanan.

“Penggunaan B50 pada sarana perkeretaapian membutuhkan kesiapan teknis yang terukur. Karena itu, KAI melakukan pengujian, pemantauan, dan evaluasi agar penerapannya tetap selaras dengan standar keselamatan operasi kereta api,” kata Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....