Rute Wings Air Bandung–Yogyakarta Ditutup, Minimnya Minat Penerbangan Jarak Dekat

  • 01 Apr 2026 11:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku prihatin atas keputusan maskapai Wings Air yang menutup rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara Internasional Yogyakarta. Penutupan rute tersebut resmi berlaku sejak 31 Maret 2026, setelah beroperasi dalam waktu terbatas.

‎Farhan menyebut, pemerintah kota tidak dapat banyak campur tangan dalam keputusan tersebut, mengingat kebijakan rute penerbangan sepenuhnya berada di ranah bisnis maskapai.

‎“Pemerintah tentu prihatin. Namun, maskapai sebagai pihak swasta memiliki perhitungan bisnis masing-masing. Minat masyarakat terhadap penerbangan baling-baling untuk jarak dekat memang cenderung menurun,” ujar Farhan, Rabu 1 April 2026.

‎Menurutnya, tren penurunan minat ini tidak terlepas dari semakin berkembangnya infrastruktur transportasi darat, khususnya jaringan jalan tol di Pulau Jawa yang kini semakin memudahkan mobilitas antar kota.

‎Ia menjelaskan, bahkan sebelum pengoperasian Bandara Kertajati secara optimal, tingkat keterisian penerbangan rute pendek seperti ke Semarang, Solo, dan Yogyakarta dari Bandung sudah tergolong rendah.

‎“Dengan adanya tol yang semakin baik, perjalanan darat menjadi alternatif yang lebih diminati untuk rute jarak dekat. Ini berdampak pada menurunnya okupansi penerbangan di rute tersebut,” jelasnya.

‎Farhan mengutarakan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung, permintaan penerbangan dari dan menuju Bandung justru masih tinggi untuk rute luar Pulau Jawa. Kota-kota seperti Bali, Balikpapan, Palembang, Makassar, hingga Medan masih menjadi tujuan favorit penumpang. Sementara untuk rute di Pulau Jawa, hanya Surabaya yang konsisten memiliki tingkat permintaan tinggi.


‎Dikatakanya, tantangan tersendiri bagi pengembangan penerbangan di Bandara Husein. Pasalnya, untuk melayani rute jarak jauh dengan jumlah penumpang besar, dibutuhkan pesawat berbadan lebih besar yang hingga kini belum mendapatkan izin operasional di bandara tersebut sesuai regulasi dari Kementerian Perhubungan.

‎“Jika ingin mengakomodasi tingginya minat ke luar pulau, tentu dibutuhkan pesawat dengan kapasitas lebih besar. Namun, hal itu masih terkendala regulasi operasional di Bandara Husein,” ucapnya.

‎Meski demikian, Farhan tetap berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, dapat membuka peluang pengembangan rute maupun kapasitas penerbangan. Ia menilai, konektivitas udara memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung dan wilayah sekitarnya.

‎Di sisi lain, Farhan mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah memprioritaskan pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat industri aviasi nasional. Ke depan, bandara tersebut juga disebut akan diarahkan untuk mendukung sektor pertahanan dan industri strategis, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, BUMN, dan TNI.

‎Sementara itu, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas ekonomi di Jawa Barat, peran Bandara Husein Sastranegara tetap dinilai strategis, khususnya untuk penerbangan domestik dan internasional.

‎“Kalau konektivitas ini bisa berjalan optimal, tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bandung,” katanya.

‎Farhan juga menyoroti bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini masih berada di angka sekitar 5,29 persen. Angka tersebut dinilai belum sepenuhnya pulih ke kondisi sebelum pandemi COVID-19, berbeda dengan capaian di tingkat provinsi maupun nasional yang telah menunjukkan pemulihan lebih cepat.

‎“Bandung masih berproses untuk kembali ke kondisi normal seperti sebelum pandemi. Karena itu, konektivitas transportasi, termasuk penerbangan, menjadi faktor penting untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....