Layanan Perkeretaapian Perkotaan Bandung Terintegrasi akan Dikembangkan

  • 10 Feb 2026 16:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – KAI Commuter Area 2 Bandung bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, dalam hal ini BTP Bandung, terus meningkatkan layanannya di Stasiun Gadobangkong sebagai simpul layanan transportasi Commuter Line di wilayah Bandung Raya. Bangunan baru Stasiun Gadobangkong yang telah dioperasikan sejak 1 Februari 2026 ini, dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya mobilitas seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pergerakan harian menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

“Perpanjangan relasi KA 398 Commuter Line Bandung Raya menjadi KA 398A semula melayani rute Padalarang – Kiaracondong. Dan kini itu berubah menjadi rute yang lebih panjang yaitu Padalarang – Cicalengka," Ungkap Karina Amanda selaku VP Corporate Secretary KAI Commuter kepada RRI, Selasa 10 Februari 2026.

Menurutnya, Kerta Api itu memiliki jadwal keberangkatan dari Stasiun Padalarang yang tetap sama. Yaitu pukul 21.46 WIB malam hari.

Penyesuaian ini menunjukkan dampak yang positif. Tercatat rata-rata pengguna KA 398 sebelum dilakukan penyesuaian hanya sebanyak 34 orang, kini meningkat signifikan mencapai 138 pengguna pada awal penyesuaian operasionalnya.

Baca juga : KAI Bandung Pastikan Kesiapan Angkutan Mudik Lebaran 2026

“Antusiasme ini membuktikan penyesuaian jadwal tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Itu seiring dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat yang signifikan," ujar Karina.

Seluruh pengembangan layanan dan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan DJKA Kementerian Perhubungan. Yaitu mulai dari tahap perencanaan, pengujian teknis, hingga operasional guna memastikan layanan berjalan sesuai standar perkeretaapian nasional.

Ke depan, KAI Commuter bersama DJKA akan terus berkoordinasi. Hal itu untuk mengoperasikan bangunan stasiun baru lainnya secara bertahap guna mengembangkan layanan perkeretaapian perkotaan yang terintegrasi.

"Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dengan kenyamanan pengguna. Itu khususnya untuk Commuter Line di wilayah Bandung dan sekitarnya," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....